Will you keep on dreaming or live your dream?

Kuliner Aceh

November 25, 2007 · 29 Comments

Review kuliner-Gara-gara Zam menulis tentang martabak terbalik jadi teringat warung aceh di daerah tembalang dekat rumah. Dan hasrat untuk mencoba makanan aceh menjadi lebih berkobar ketika nining mengajak buat mencoba mie aceh.

Akhirnya ditetapkan untuk mencoba warung makanan aceh yang ada di tembalang. Ternyata lumayan banyak yang tertarik untuk mencoba kopdar kuliner kali ini. Berangkat bareng Budi & Munif yang menghampiri ke rumah.


Sebagai pembukaan sembari menunggu Nining, saya sok mencoba teh tarek. Tetapi ternyata saya tidak se-ekstrim para hobby makan yang suka mencoba melewati batas kemampuan lidah atau perutnya. Menyerah untuk menghabiskan teh tarek setelah beberapa kali hirup. Pada dasarnya saya memang tidak suka susu, jadi mencampur teh dengan susu bukan ide yang baik untuk saya. Untunglah ada si boku baka yang sanggup untuk mengembat teh tarek tersebut sampe tandas.

Untuk yang tidak suka menunggu, direkomendasikan untuk tidak memesan di warung aceh yang ada di tembalang ini. Nasi goreng pesanan saya baru datang ketika Jhiban & Hars tiba dari perjalanan dari Kendal. Padahal waktu saya memesan nasi goreng tersebut, mereka berdua masih ada di Kendal.


Tidak tahan dengan perut yang sudah meronta, jadi ingat untuk mencoba martabak aceh yang sudah diulas detil oleh Zam.

Untuk rasanya saya setuju dengan Zam kalau memang rasanya tidak setajam martabak biasa, bahkan ekstrimnya lagi martabak ini hanya serasa telur dadar yang agak tebal sedikit.


Satu persatu pesanan mulai keluar.Dari mie kuah seafood yang gumpalan cuminya sangat mengundang selera sampai mie kuah biasa yang warna merahnya sangat menantang untuk daya tahan pencernaan kita.


Nasi goreng seafood pesanan saya ternyata tidak mengecewakan karena rasanya yang sangat gurih.


O ya, satu lagi yang unik dalam penyajian masakan dari aceh adalah tambahan ketimun, bawang merah dan kerupuk. Jangan mengharapkan tambahan saus atau sambal di warung ini karena kamu tidak akan menemukannya. Kalo hobby makanan pedas, pesan saja langsung extra pedas biar mak jrut. Sebenarnya agak mengecewakan kopdar kali ini karena kehabisan kari kambing atau bebek.

Warung ini bisa ditemukan sekitar 500 meter dari arah patung diponegoro tembalang, tepat setelah bengkel resmi honda yang berada di daerah tersebut.

Ngomong-ngomong ada rekomendasi tempat makanan aceh yang mak nyus gak yah di semarang?

Peserta kopdar kuliner aceh: Budi, Munif, Arie W, Nining, Jhiban, Hars

Categories: kuliner
Tagged: , , ,

29 responses so far ↓

Leave a Comment