Will you keep on dreaming or live your dream?

Tertib (itu) tidak sulit …

January 7, 2008 · 22 Comments

Ya tertib itu tidak sulit.

Kebetulan saya harus memperbaharui SIM C saya yang sudah kadaluarsa sejak bulan Mei lalu (hehe~ iyah saya memang pemalas)

Tidak tau kenapa tapi tidak ada mood untuk memperbaharui SIM itu dan baru dapetnya ya baru-baru ini.

Sama sekali tidak tahu cara mengurus perpanjangan SIM karena dulu waktu dapet SIM pertamakali juga menggunakan calo hehehe~, tapi kali ini bertekad tidak mau menggunakan calo karena mending uangnya buat makan di warung 0b667262542dd17189bb93192c012059.gif

Datang ke kantor polisi depan gereja Blenduk sekitar jam 10.15. Tanya sedikit di loket cara memperpanjang SIM, jadi ini arus memperpanjang SIM:
1. Membayar 20.000 perak di loket pembayaran I untuk pemeriksaan
2. Bawa formulir pembayaran ke klinik di samping dan hanya formalitas pemeriksaan mata untuk memastikan kemampuan mata dalam melihat
3. Bawa hasil tes ke loket II pembayaran untuk mendapatkan resi pembayaran formulir perpanjangan, cukup membayar 60.000 perak untuk formulir perpanjangan
4. Mengisi formulir perpanjangan
5. Serahkan formulir perpanjangan di loket penyerahan beserta 2 lembar fotokopi SIM dan KTP
6. Menunggu dipanggil untuk foto, ini saat formulir registrasi kita dimasukkan dalam komputer
7. Nama kita dipanggil untuk diserahkan lagi formulir perpanjanganbnya untuk di bawa ke ruangan foto
8. Mengantri untuk di foto
9. Setelah difoto hanya menunggu sekitar 10-15 menit untuk dipanggil lagi di loket SIM yang sudah jadi untuk mengambil SIM

Keseluruhan proses hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Saya pikir luar biasa untuk proses jasa ini. Saya gak habis pikir kenapa orang masih menggunakan calo untuk proses yang sangat mudah ini, mungkin gak PD yah buat tanya-tanya.

Sayangnya di kantor polisi (yang penuh dengan polisi), proses percaloan masih terjadi.

Saya agak heran bagaimana calo-calo ini masih bisa berkeliaran bebas di kantor polisi atau pak polisi pura-pura tidak melihatkah? *geleng-geleng*.

Menurut saya kecepatan proses dalam menggunakan calo hanya di bagian foto dan itupun tidak berbeda jauh dengan yang tidak menggunakan calo. Walau diterobos calo, keseluruhan prosespun hanya memakan 1 jam. Jadi ngapain juga memakai calo?

Yah tertib memang tidak sulit tapi yang jelas butuh usaha.

PS: angkat jari buat pak/bu polisi yang jaga di loket, sangat informatif dan ramah … selamat berjuang polisi indonesia!!!

Categories: macem-macem
Tagged: ,

22 responses so far ↓

  • Juminten // January 7, 2008 at 8:46 pm | Reply

    hehehe… jd inget SIM ku yg belum diperpanjang jg sampe skrg. :P
    soalnya udh ga pernah bawa kendaraan sendiri lg.
    btw, tau ga mas kalo skrg tuh bisa memperpanjang SIM di mall yg waktunya jg ga kalah cepat dgn yg di kantor polisi?
    kalo ga salah baru aja di Surabaya. Tunjungan Plaza kalo ga salah.

  • Praditya // January 7, 2008 at 9:22 pm | Reply

    Sama sekali tidak tahu cara mengurus perpanjangan SIM karena dulu waktu dapet SIM pertamakali juga menggunakan calo

    Sama dunk mas… :oops:

  • huda // January 7, 2008 at 9:38 pm | Reply

    Hehehe.. baru ngerasa ya? Emang gampang kok. Ujian SIM pun sebenernya juga gampang kok..

    jadi kamu proses sendiri juga hud?!?

  • Luthfi // January 7, 2008 at 9:47 pm | Reply

    silupnya ramah2
    calonya juga tuh :P

  • Anang, yb // January 8, 2008 at 8:32 am | Reply

    Gampang ya… :)
    (jangan bilang-bilang… aku nggak punya SIM sejak masih bujang, padalah anakku sekarang udah dua hehehe…)

  • lccptc // January 8, 2008 at 8:40 am | Reply

    OPTIMIS VERSUS PESIMIS

    ORANG OPTIMIS BUKANLAH ORANG YANG KARENA MELIHAT JALAN MULUS DI HADAPANNYA, TETAPI ORANG YANG YAKIN 100% DAN BERANI UNTUK MENGATASI SETIAP TANTANGAN YANG MENGHADANG.

    Ada 2 macam manusia dalam menyikapi hidup ini, satu sikap orang yang pesimis dan ke-dua adalah orang yang bersikap optimis.

    Tipe pertama orang pesimis, bagi orang pesimis kehidupannya lebih banyak dikuasai oleh pikiran yang negatif, hidup penuh kebimbangan dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di dalam dirinya dia tahu bahwa betapa rapuh mentalnya, orang pesimis lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena kebetulan, keberuntungan atau nasib semata.

    Tentu orang dengan sikap mental pesimis seperti ini, dia telah mengidap penyakit miskin mental, jika mental kita sudah miskin, maka tidak akan mampu menciptakan prestasi yang maksimal dan mana mungkin nasib jelek bisa dirubah menjadi lebih baik.

    Tipe ke 2 adalah orang optimis, bagi orang yang memiliki sikap optimis, kehidupannya didominasi oleh pikirannya yang positif, berani mengambil resiko, setiap mengambil keputusan penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang mantap. orang optimis bukanlah karena melihat jalan mulus di hadapannya, tetapi orang yang mempunyai keyakinan 100% dalam melaksanakan apa yang harus diperjuangkan, orang optimis tahu dan sadar bahwa dalam setiap proses perjuangannya pasti akan menghadapi krikiil -krikil kecil ataupun bebatuan besar yang selalu menghadang!

    Orang optimis siap dan berani untuk mengatasi masalah atau kesulitan yang merintanginya, Bahkan disaat mengalami kegagalan sekalipun tidak akan membuat dia patah semangat, karena dia tau ada proses pembelajaran disetiap kegagalan yang dia alami.

    Tentu orang yang punya sikap mental optimis demikian adalah orang yang memiliki kekayaan mental. dan Hanya orang yang mempunyai kekayaan mental, yang mampu mengubah nasib jelek menjadi lebih baik.

    Jika anda, saya dan kita semua secara bersama-sama mampu membangun kekayaan mental dengan berkesinambungan, mampu menjalani hidup ini dengan optimis dan aktif, tentu secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan kita pribadi serta kehidupan keluarga, dan dari kehidupan keluarga -keluarga yang semangat, optimis dan aktif akan mempengaruhi kehidupan masyarakat secara luas, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan sinergi sebagai kontributor dalam membangun Indonesia sekaligus mengembalikan jati diri bangsa! Kalau bukan kita yang membangun Indonesia, lalu siapa?

    http://www.lcc-ptc.com

  • Fany // January 8, 2008 at 10:23 am | Reply

    hayah.. kalo perpanjangan emang cepet dan gak ‘dipaksa’ pake calo..
    kalo bikin baru, baru deh diputer2in, kalo tabah ya lanjut.. tapi biasanya kl pas ujian prakteknya 68% *halah* selalu gagal, dan kl mo lolos bayar 100 (mobil).
    tapi jadi tetep murah, bisa di bawah 300ribu kl A. (kalo pake calo 350-400rb)

    dipaksa?? yo tolak to….BTW udah pernah nyoba yg legal apa langsung make calo??

  • ika // January 8, 2008 at 11:43 am | Reply

    emakku juga ngurus sim ga pake calo. lebih asoy ngurus sendiri katanya sih. apalagi tempat ngurus sim di salatiga orangnya ramah2 katanya,,hehe

  • zam // January 8, 2008 at 12:26 pm | Reply

    OPTIMIS VERSUS PESIMIS

    supam!!!!

    wekekeke…

    SALAM DAHSYAT!!!

    *berdiri sambil mengacungkan kepalan tangan, bakground matahari memancarkan sinarnya*

    megangin senter seakan itu matahari di belakang zam

  • niningss // January 8, 2008 at 5:13 pm | Reply

    lha terus perpanjang kie piro???…
    aku yo wis entek kie..
    katanya sekarang ada mobil sim..
    mangkalnya dimana?

    mobil SIMnya aku cariin gak ketemu-ketemu..total ya 60.000+20.000=80.000

  • wira // January 9, 2008 at 8:06 am | Reply

    saya sempat nonton di tipi beberapa hari yg lalu, katanya di Sby sudah ada SIM corner, tempatnya di mall, ngurus perpanjangan SIM maksimal 20 menit.

  • diditho // January 9, 2008 at 9:18 am | Reply

    kalo perpanjang SIM bukannya udah ada jasa SIM keliling dari polda?? heheh..itu kalo di jakarta loh….
    cepat dan mudah tanpa calo….cuma masalahnya kalo antrannya panjang nggak ada tempat berteduh….

  • detnot // January 9, 2008 at 12:29 pm | Reply

    ngurus perpanjangan emang lebihmudah kok, drpd baru bikin.
    d t4 sayah juga gk nyampe 1 jam buat perpanjangn sim.

    lebih salut lagi udah ada pelayanan sim keliling skarang :D

  • Dino // January 10, 2008 at 7:14 am | Reply

    Salut.. salut..
    semoga banyak yang baca posting ini biar pada tau kalo bikin/memperpanjang SIM ternyata gampang..

  • Prasetio // January 10, 2008 at 11:18 am | Reply

    Hehehe Klo perpanjang emang simple mas…

    Klo bikin baru.. tanpa calo / biro jasa… Ampun dah.. mesti 3x balik baru di apply…

    Hiahiahia ( * Pengalaman ga pake calo…. * berat hati rasanya… yang ngebedain pake calo apa ngga di secarik kertas ada tulisan nomor, klo pake calo.. ga ada tulisan nomor di kertas tadi)

  • Sheilla // January 10, 2008 at 7:13 pm | Reply

    Sama, SIM pertama juga make calo :P

  • biila // January 10, 2008 at 7:37 pm | Reply

    pengen punya SIM A TT
    tapi umur aku baru mau 16 bulan maret ntar,huhuhu
    klo pake SIM nembak melanggar hukum kan?tp klo butuh gmn?hahaha

    butuh buat apaan bil ?!?

  • Ari Wibowo // January 12, 2008 at 10:34 am | Reply

    andaikan gak ada calo pembuat SIM.. mungkin yang ugal-ugalan di jalan raya udah gak ada

    *ngelus-ngelus SIM A yang abis taun depan.. perjuangan besar ngedapetinya

  • ratie // January 12, 2008 at 11:54 am | Reply

    Mas, angkat jari buat pak dan bu polisinya pake jari apa? Jari tengah? Hahahaha… Angkat jempol kaleee yaaa maksudnya..?

  • dennyekop // January 14, 2008 at 7:31 am | Reply

    bahkan di kota surabaya yang polisinya gahar-gahar dan polisi yang (konon) paling tegas se-Indonesia masih bisa lewat pintu belakang, less than half an hour you’ll got license in your pocket baru! bukan perpanjangan. [sim lamaku hilang huhuhu :-( ]

    malemnya pas jalan2 di daerah galaxy, ada razia, iseng saya sengaja “menyerahkan diri” dengan SIM-A fresh yang tanggal terbitnya hari itu juga,

    Polisi: “baru jadi tadi ya mas?”
    saya: *mesem-mesem* dan bergumam “yes! sim gue kepake”

  • deniar // January 14, 2008 at 10:26 am | Reply

    Tapi sekarang udah mulai gampang koq urusan2 begituan

  • aDiNG // May 4, 2008 at 3:46 pm | Reply

    pengalaman saya sendiri ke SIM Corner di Tunjungan Plasa, perpanjang SIM A & C hanya makan waktu 10 menit! Hebat! coba semua layanan masyarakat bisa seperti itu..

Leave a Comment