Will you keep on dreaming or live your dream?

Catatan Perjalanan: Bali [part 1]

January 24, 2008 · 29 Comments

Ini sebenarnya catatan perjalanan saya ke bali yang basbang tapi mungkin aja ada yang perlu juga, sebenarnya perjalanan untuk pekerjaan tetapi diselingi berangkat akhir minggu sehingga bisa plesir dikit :P

Semarang-Denpasar
Karena tidak ada penerbangan langsung ke Denpasar dari Semarang, jadi terpaksa transit di Surabaya. Sebenarnya sudah beberapa kali mendarat di Surabaya tetapi kemarin sempat kaget karena ternyata bandara di Surabaya sudah berubah.
ruang tunggu bandara surabaya
Saya kurang tahu apakah diperbesar atau dipindah tetapi memang bandara yang baru terlihat lebih rapi dan lebih besar sampai saya sedikit nyasar buat check in peasawat berikutnya.Saya suka suasana baru dari bandara di surabaya, ruang tunggunya terlihat lebih besar untuk masing-masing penerbangan dan terlihat memang skalanya untuk bandara internasional.

Kalau dibandingkan dengan bandara di Semarang jauh deh perbedaannya.

Kuta-Sanur
Begitu tiba di Bandara Ngurah Rai sebenarnya tidak mau naik taksi tetapi ternyata di Bali mereka tidak menyediakan shuttle bus, jadi memang harus naik taksi.

Saya kurang tahu tapi sepertinya kalau sudah menjadi kota wisata malah semakin sulit mendapatkan kendaraan umum yah?!? Seperti di Yogyakarta yang setelah jam 5 bis kota sudah habis, tetapi dengar-dengar akan ada sistem bis baru di Yogyakarta seperti busway yang akan beroperasi sampai malam hari.

Hanya naik taksi sampai Kuta dan Kuta memang panas sekali (ya iyalah!!). Langsung booking hotel di Kuta untuk pekerjaan di hari ke 3.

Setelah booking hotel langsung cari motor sewaan. Ini salah satu tips untuk berjalan-jalan di Bali, sewa motor!! Menyewa motor lebih murah daripada menggunakan kendaraan umum yang sangat amat jarang kecuali taksi, bis travel maupun mobil travel.

Memang semuanya di Bali sudah di design untuk menerima mengeruk penerimaan dari pariwisata.

Biasanya sewa motor 50.000 perak perhari tetapi karena saya menyewa seminggu-an bisa ditawar sampai 40.000 perak. Kalau kata teman yang tinggal di Kuta sih itu dapet murah soalnya harga normalnya memang 50.000 perak.

Karena saya kurang suka dengan keramaian jadi saya mencari hostel di Sanur. Buka-buka lonely planet bulukan pemberian Aga akhirnya saya menemukan wisma Keke.
wisma keke sanur (2)wisma keke sanur (2)
Asli hostelnya bagus banget dan suasananya memang seperti berada di dalam rumah. Untuk 1 kamar dengan kamar mandi dalam dan kipas besar yang diletakkan dilangit-langit, kita diharuskan membayar 60.000 perak perhari sudah termasuk sarapan.Kalau untuk ukuran Sanur itu murah karena biaya warnet sampe 30.000 perak per jam, ’set dah!!!
peta+lonely planet
Balik ke tips lagi sebentar, kalau sewa motor bawalah peta untuk mempermudah pencarian jalan dan merencanakan tujuan perjalanan. Jalan di Bali sudah sangat nyaman untuk turis karena jalan utamanya sudah melingkari pulau bali, jadi mau kemana saja tinggal pake jalan utama dan tidak terlalu blusuk-blusuk karena papan penunjuk jalan ada dimana-mana dan sangat jelas.

Selama di bali hanya sempat mengunjungi Tanah Lot dan Ubud saja untuk jalan-jalan. Dan karena saya non muslim maka bali menjadi surga kuliner buat saya karena makanan kesukaan saya daging babi tersebar dimana-mana :P
antara sanur dan tanah lot
Bahkan di tengah jalan antara Tanah Lot dan Jalan arteri saya menemukan warung di pinggir jalan dengan pemandangan sawah di sampingnya. Jadi budget terbatas dapet pemandangan yang wah :D

[bersambung.....]

Categories: jalan-jalan
Tagged: ,

29 responses so far ↓

Leave a Comment