Malas juga melihat berita di televisi tentang keboborokan managemen energi di negara kita. Melihat berita-berita tersebut, saya jadi teringat cerita seorang teman yang waktu itu mendapat beasiswa short course di Jerman selama 2 bulan bahwa Jerman sangatlah agresif untuk membuat sumber energi dari sumber daya yang terbarukan.
Saya membaca di situs sustanaible business bahwa Jerman memang mempunyai komitmen untuk mengalihkan pasokan energinya 100% ke sumber yang dapat terbarukan. Saya terus terang tidak bisa membayangkan suatu negara bisa berjalan dengan 100% energi yang terbarukan.Itu sebuah mimpi yang sangat besar.
Yang saya tahu dari teman-teman saya di eropa, Jerman memang salah satu negara yang paling agresif untuk membuat sumber energi alternatif walaupun pada saat ini mereka masih memasok sekitar 30% sumber listrik nasionalnya dari tenaga nuklir. Tetapi Jerman sendiri sadar bahwa tenaga nuklir adalah sebuah ‘jalan buntu’ dan menyadari bahwa energi terbarukan adalah solusi masa depan untuk menyediakan pasokan energi.
Tenaga Angin
Salah satu energi alternatif yang dikembangkan dengan sangat maju oleh Jerman adalah angin. Pada tahun 2004 Jerman sudah berhasil memasok 10% keperluan listrik nasional dari energi yang terbarukan, sebuah rekor yang belum dapat disamai oleh negara-negara maju lainnya. Kalau menurut teman saya yang datang ke Jerman sekitar setahun yang lalu, Jerman sudah berhasil memasok 20% tenaga listrik nasional yang didapatkan dari energi angin saja.
Memang investasi yang diperlukan untuk membangun pembangkit litrik tenaga angin ini tidaklah murah, tetapi dalam jangka panjang memasok energi yang berasal dari tenaga angin ini akan memberikan dampak yang sangat baik untuk lingkungan maupun lebih murah di masa depan.
Tenaga Matahari
Selain tenaga angin, Jerman juga membuat investasi dengan tenaga matahari yang biasa di sebut Photovoltaics (PV). Dalam 2 tahun saja (2003-2004) Jerman sudah berhasil menginstall 45.000 PV dan membuat target 100.000 PV terpasang di atap-atap rumah di Jerman. Tentu saja pemerintah memberikan insentif berupa keringanan pinjaman bagi orang-orang yang ingin memasang PV tersebut.
Kebutuhan listrik Indonesia
Karena saya hanya orang awam jadi maafkan kalau saya salah mengenai perhitungan data yang akan saya sebutkan di bwah dan mohon koreksi jika memang salah. Menurut sumber yang saya baca ini, kebutuhan listrik Indonesia secara nasional adalah 33 Giga Watt electric (GWe) pada tahun 2006.
Dan kalau mau dibandingkan dengan Jerman, dari tenaga angin sendiri jerman sudah berhasil memasok 15,688 megawatts (MW). Saya tidak tahu hitung-hitungannya, tetapi kalau 1 giga = 1000 mega, berarti pada tahun 2005 saja Jerman sudah bisa memasok hampir setengah dari kebutuhan listrik di Indonesia.
Dan saya juga tidak habis pikir, Indonesia dengan kekayaan alam yang sedemikian melimpah, angin yang bertiup sepanjang waktu, sinar matahari yang bersinar sangat teriknya tanpa mengenal musim, harus memikirkan sumber energi listrik yang berasal dari tenaga nuklir yang menghasilkan sampah yang tidak kurang berbahayanya bagi lingkungan alias tidak ramah lingkungan.
Coba kalau ada calon presiden yang mempunyai kampanye untuk membuat rencana jangka panjang untuk energi terbarukan di Indonesia, saya akan memlih dia tanpa pikir panjang.
PS: Dan dengan ini postingan saya di blog ini sudah mencapai 100 postingan *tepuk tangan sendiri*




10 responses so far ↓
Dino // July 22, 2008 at 12:15 pm |
Tahun 2002 saya pernah kuliah semester pendek di Jerman. Perpustakaan di universitas tempat saya belajar memiliki solar panel diatas atapnya. Lebih keren lagi, kalo matahari sedang bersinar, atap-atapnya secara otomatis membuka diri sehingga sinar dapat masuk. Tapi sinar tidak masuk sembarangan, tapi sinar tersebut dipantulkan sedemikian rupa sehingga sinar yang masuk perpustakaan tersebut bisa menyinari di tempat-tempat yang sudah ditargetkan, misalnya di atas meja belajar.
hanny // July 22, 2008 at 5:57 pm |
100 postingan? makan-makan!!!!
–> komen gak mutu.
Anang // July 22, 2008 at 6:00 pm |
mantep sekali idenya bang..
sesy // July 22, 2008 at 7:49 pm |
yg plg sebel adalah ketika energi alternative ternyata menjadi energi yg mahal di negeri ini. huh.
anton // July 22, 2008 at 11:39 pm |
spt kata aang di avatar, kita jg punya bumi dan air. keduanya blm banyak digunakan. kalo gitu, mari kita pilih aang sebagai presiden.
*tepuk tangan untuk ideku yg brillian.
Ozan // July 23, 2008 at 11:06 pm |
Tepuk tangan juga…
Pemilu dan Kampanye Hijau « Will you keep on dreaming or live your dream? // July 24, 2008 at 4:13 am |
[...] 24, 2008 Seperti yang saya sudah posting sebelumnya, kalau ada calon presiden Indonesia yang membuat kampanye hijau pasti saya akan langsung coblos [...]
Indah Sitepu // July 24, 2008 at 1:02 pm |
Ikutan tepuk tangan juga deh….:)
btw setuju sama pendapat sampean.
sofyanr // July 27, 2008 at 11:03 pm |
Jangan lupa potensi panas bumi indonesia. Sekarang baru dimanfaatkan kurang dari 10%nya. Kalau bisa dimanfaatkan hingga 70% pastinya sangat jarang ada pemadaman listri. Belum lagi energi dari seluruh perairan di Indonesia. potensi energi yang tersimpan di laut sangat besar. Lebih dari cukup untuk memasok semua listrik di Indonesia.
Danan E C, ST // October 15, 2008 at 2:23 am |
Saya Danan, 29 Th,
saya seorang pengusaha muda (UKM)
Jauh sebelum orang meributkan efisiensi energi dan energi alternatif, kami sudah melakukan penelitian selama 6 Tahun terakhir tentang tungku sekam, dan baru kami jual secara masal setelah saya memutuskan untuk usaha sendiri 2 tahun yang lalu.
modal awal kami 1,5 jt waktu itu, Alhamdulillah setelah mulai lancar kami berhasil menjual 23 unit tersebar dari Banyuwangi hingga Tegal.
hari ini saya membaca berita dari liputan enam (14 oktober 2008) tentang kayu sebagai bahan bakar alternatif ungulan, saya antara antara mendukung dan menolak pendapat ini. Mendukung karena mungkin menciptakan lapangan kerja baru, menolak karena sebetulnya ada yang lain selain kayu yang juga ungulan yang mungkin tidk merusak ekosistem alam akibat penebangan kayu yang berlebihan. bahan bakar dari produk yang kami buat adalah dari sekam, serbuk kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, serabut kelapa, jerami kering bahkan daun kering. coba dibandingkan, lebih baik mana dibandingkan dengan kayu.
saya pikir didepan mata kita sudah tersedia sumber energi terbaharui dengan sangat murah, cuman mungkin orang indonesia saja yang kurang mau tahu. di desa tempat saya tinggal para penduduk mulai kami pengaruhi sedikit demi sedikit untuk meninggalkan elpiji dan beralih ke tungku sekam rumah tangga buatan kami. pertimbangannya simple, karena faktor kebisaan dan perasaan kalo elpiji naik lagi gimana, sedangkan sekam, jerami dam serbuk kayu melimpah didesa kami. kalo dikota mungkin teknologi ini belum bisa diterima. Yang dikawatirkan selama ini kalo timbul polusi asap dari pembakaran, kami sudah bisa atasi, artinya bebas polusi asap.
cuma, kami hanya sebuah UKM dengan masalah klise.
Mohon Kami diberikan Informasi tentang program
yang berkaitan dengan Tungku sekam yang kami produksi
Bagaimana caranya untuk menjalin kerjasama agar produk kami dapat dinikmati lebih luas oleh semua masyarakat
untuk informasi keseriuasan kami bisa diperoleh dari
http://www.santosorising.com
Kami bersedia memberikan informasi tambahan yang mungkin diperlukan
Terimakasih
Danan Eko Cahyono, ST