Sejujurnya saya senang juga kompetisi blog BC yang tahap terakhir ini temanya mengenai ketahanan iklim karena saya bisa menyalurkan hasrat nyampah saya soal lingkungan. Ada sedikit kerinduan sebenarnya sejak keluar dari kantor itu.
Sebenarnya kalau berbicara masalah lingkungan di Indonesia, hal yang agak terlupakan oleh kita adalah pendidikan. Harus diakui pendidikan lingkungan yang di dapatkan dari keluarga dan sekolah masih sangatlah kurang. Mungkin baru-baru ini saja ketika isu pemanasan global booming, pendidikan lingkungan menjadi salah satu alternatif kurikulum tambahan di beberapa kota atau propinsi di Indonesia.
Karena kurangnya pendidikan lingkungan itulah akibatnya kesadaran diri kita terhadap lingkungan menjadi sangat kurang. Tingkat ekonomi tentu saja bukan menjadi suatu isu dalam masalah lingkungan. Saya sering menjumpai orang-orang yang berada dalam mobil mewah dengan enteng membuang sampah ke jalan dan begitu juga dengan tukang tambal ban yang membuang kotak kardus bekas pembungkus ban ke selokan, mereka sama sekali tidak berbeda.
Karena itu pengalaman di kegiatan terakhir di mantan kantor saya menjadi sangat berharga untuk saya. Waktu itu kami berusaha membangun sistem pendidikan lingkungan untuk anak-anak SD dan masyarakat di Kota Semarang. Membangun pemimpin-pemimpin bagi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar mereka untuk membuat lingkungan mereka sendiri menjadi lebih bersih

Saya kangen dengan obrolan ringan khas Ibu Singgih sewaktu saya monitoring kotak kompos beliau atau kangen melihat bagaimana membersihkan sungai yang kotor tidak membuat mereka lantas bermuram durja tetapi malah melepas tawa.
Entah kapan saya bisa berjumpa mereka lagi, mungkin nanti saya bisa mampir hanya untuk mengobrol soal gossip ibu-ibu atau mengenai keluarga dan lingkungan mereka.
Kalau kesadaran diri itu sudah ada, jangankan tidak membuang sampah sembarangan, mengurus sampah tetanggapun akan mereka lakukan.
Postingan ini saya dedikasikan untuk ibu Singgih dan kawan-kawan di Jomblang, selamat berjuang bu!




dendi
July 31, 2008
MERDEKAAA!!!!!!!!!!
nrl
July 31, 2008
wahhh.. salut!!
mizan
July 31, 2008
kayaknya kenal dengan sungai di foto…
anton
August 1, 2008
sekali2 kita bersihkan sampah di dunia maya ini, mas.
Dino
August 1, 2008
orang-orang yang berada dalam mobil mewah dengan enteng membuang sampah ke jalan
Aku paling benci sama orang yang membuang sampah dari mobil
dipoetraz
August 1, 2008
ya.. kesadaran yang paling penting, dengan sadar manusia akan tau beda positif dan negatif
Zee
August 1, 2008
sy kira postingan lama diposting lg krn fotonya sama…
rupanya lg kangen. tp nanti kan bs ketemu lg, wkt buat kegiatan lagi.
rama
August 1, 2008
kalau bukan kita, siapa lagi??
Ya gw laahhh…. hehe
herry setyono - boelansabit
August 2, 2008
nah sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya untuk menumbuhkan “kesadaran” tsb?
kishandono
August 2, 2008
dimulai dari diri sendiri aja, tidak membuang sampah sembarangan. sudah lumayan ini. lebih bagus lagi seperti yang ibu singguh ini lakukan. salut!!
memble
August 2, 2008
nyok rame – rame buang sampah.
teresa
August 2, 2008
meskpin udah nggak di kantor lama, masih bisa dunk mas, nyebarin virus sadar lingkungan… ayo semangat! semangat! semangat!!
Denny Eko Prasetyo
August 2, 2008
kurikulumm tentang lingkungan mas?
PPKN saja tidak mengena, hehehe
ario saja
August 3, 2008
weks… tenyata masih banyak orang Indonesia yang sadar lingkuangan yah
khofia
August 3, 2008
wah, bisa jadi inspirasi buat nulis postingan nih…
wiwikwae
August 3, 2008
tooopppppppp….!!!
fotonya tooopp..!!
*ga konsen
Tigis
August 3, 2008
wah harus terjun ke yg kotor2x ya. Salut
Xnu_G
August 4, 2008
Andai orang-orang sadar kalo rumah mereka adalah bumi ini bukan cuma tanah yg mereka mampu beli.
latree
August 4, 2008
kayanya emang harus ditanamkan sejak kecil. dimulai dari diri dan lingkungan yang terdekat dengan kita.
aku bahkan pernah jengkel sama anakku yang menggenggam selembar struk belanja yang dia temukan di tengah lobi suatu mal
“itu punya sapa ndhuk?”
“ga tau, tadi nemu di situ”
“lha ngapain kamu gegem begitu?”
“mau aku masukin tempat sampah, tapi belum nemu”
lumayan berhasil kayaknya
rezki
August 5, 2008
tetap semangat ya bersih2nya.
h4rs
August 5, 2008
MERDEKAAAAAAAAA….
*gaplok dendi…*
*berasa di plurk*
nono
August 6, 2008
bersih pangkal sehat…
nrl
August 6, 2008
salut deh buat ibu singgih dkk.
Luigi
August 7, 2008
Wah ini baru pejuang nih… turun ke lapangan langsung..
kata iklan Rinso –> berani kotor
Moga2 grakan seperti ini bisa terus konsisten yah..
hanny
August 7, 2008
semua itu memang harus dimulai dari diri sendiri dulu, ya
starboard
August 7, 2008
Merdeka Juga!
bakulsapi
August 7, 2008
monggo resik resik kutho bareng kang….
silly
August 8, 2008
Selamat pagi mas Didut…
Kesadaran untuk mencintai lingkungan itu memang harus dimulai dari diri sendiri.
(saya sendiri juga lagi belajar mencintai lingkungan saya..
)
tc
August 8, 2008
eh sungainya kotor?
masak sih?? keliatannya bersih tuh…
alabahy
August 9, 2008
dimana kita mencari kesadaran diri yang kita sudah lupa menaruhnya.wekekekeee
venus
August 10, 2008
keren…
Blog Bisnis
August 11, 2008
lam kenal yach
kampret nyasar!
August 11, 2008
Mas Didut,
Piye iki? gak ada khabar barunya?
Ditunggu posting update terbarunya…
restlessangel
August 24, 2008
waaaahhhhhh….gawemu tyt menyenangkan to….
jd pejuang lingkungan ???
skrg masih to ???
ayo, negeri ini msh butuh lbh banyak lg pejuang lingkungan !!!
jetri
October 22, 2008
wah salut mas didut malah sudah “take action ” buat membersihkan bumi dari sampah.
*angkat tinju*
- jangan mau terima kantung plastik hitam
- ( isinya buat saya ya…)..:P
sautparl
May 29, 2009
LUAR BIASA