Dengan produk mobile phone yang semakin banyak variasinya, semakin murah dan sangat biasa untuk orang memakainya, bagaimana dengan nasib telpon umum? Tentu saja telpon umum menjadi terabaikan. Saya tidak melihat banyak telpon umum di semarang bahkan saya tidak ingat kapan terakhir melihat telpon umum.

Ternyata di Austria ada perusahaan komunikasi yang melihat solusi alternatif bagi telpon umum yang terabaikan ini. Perusahaan ini menjadikan telpon umum sebagai stasiun pengisi untuk kendaraan yang menggunakan listrik sebagai sumber penggeraknya (Electric Vehicle/EV).
Telekom Austria meluncurkan telpon umum pengisi listrik ini pertama kali di Viena 2 hari yang lalu. Telekom Austria berharap tahun ini mereka dapat merubah 29 telpon umum menjadi stasiun pengisi listrik dari 13.500 telpon umum yang mereka punyai.

Untuk mengisi mobil listrik akan menghabiskan waktu 6,5 jam, 60 menit untuk skuter listrik dan 20 menit untuk sepeda listrik untuk mengisi listrik masing-masing kendaraan. Diharapkan dengan banyaknya stasiun pengisi listrik ini kepopuleran kendaraan berbahan bakar listrik juga akan semakin meningkat di Austria.
Well, kalau di Indonesia sih untuk rumah saja seringkali ada kota-kota yang ketersediaan listriknya masih kedap-kedip. Mudah-mudahan pemerintah kita bisa lebih melihat pembangkit listrik dengan sumber-sumber energi yang terbarukan seperti angin. Padahal negara kita penuh dengan sumber-sumber energi terbarukan ini. Tidak terbayang kalau kita punya mobil listrik dan ditengah jalan mau mengisi bahan bakar ternyata pasokan listriknya tidak ada
Referensi & Gambar:




zee
May 6, 2010
Kreatif sekali.
.
Tapi untuk kendaraan pakai listrik or model hybrid harganya masih mahaaaalll… Wong kita membasmi mobil-mobil tua aja susah banged
didut
May 6, 2010
aku sih memang tdk menyarankan saat ini kita pake mobil listrik mbak hihi~
lawni
May 6, 2010
listrik aja masih byar pet kok mau isi bahan bakar pake listrik?
didut
May 6, 2010
lah makanya di paragraf terakhir aku tulis itu hihi~
lukman
May 14, 2010
salam kenal
info nih, ada kontes berhadiah samsung corby dan ipod shuffle di gugling.com
julianusginting
May 18, 2010
listrikkk…mmhh kendala energi di indonesiaa…
annosmile
May 18, 2010
tampaknya belum bisa direalisasikan di indonesia yang masih kekurangan listrik…
tarif dasar listrik aja mau naik (doh)
anjari umarjianto
May 20, 2010
inspiring posting. kreativitasnya patut dicontoh indonesia nih kang.
salam ngeblog.
ardee
May 21, 2010
kalo ke pedalaman pake mobil ini gimana ya, taunya nggak ada listrik disana. nggak bisa balik deh….
Nazieb
May 21, 2010
Ini yang aneh. Di Malang juga beberapa telepon umum sudah dibongkar.
Tapi di daerah kontrakan saya di Jakarta, telepon umum masih banyak digunakan. Terutama muda-mudi yang telepon pacarnya saat malem minggu. Sampe antri2
camera
May 23, 2010
wah keren infonya…
makasih mas….
nikenmakki
May 25, 2010
wiiddiiihh..kapan ya indonesia bisa ikutan canggih, dut? coba tolong di prediksi..:))
satrio
June 1, 2010
He eh Mas…Didut
di negara kita kayaknya masih blum deh, bila dipaksakanpun, suplay energi listrik juga kaga’ bakalan nyampe khususnya pada pulau pulau tertentu yang listriknya masih bergiliran, seperti di kalimantan.
Palingan juga di kota-2 besar di Jawa dan sebagian lagi di Sumatera dan Bali dan itu pasti rebutan bila ditaruh di jalanan umum macam sana itu, antiran pasti panjang he..he.he…
Ok kita tukeran alamat Blog ya Mas
http://obrolanblogger.blogspot.com/
makasih.
Salam – Satrio
Alghie
June 11, 2010
salam
dulqodir
June 15, 2010
blogwalking mas… salam kenal
Suke Asli Semarang
June 16, 2010
Ngimpi di Indonesia ada gitu….
Ngimpi si Semarang kayak gitu…
PS: anyway, tagline nya apa nggak kurang satu tuh “l” nya
Think Globally Act Locally…
selly
June 24, 2010
aminnn….
semoga bisa menjadi motivasi untuk menjadi lebh baik lagi
salam kenal..
tarso
August 3, 2010
kendaraan energi listrik kalau di Indonesia sih bisa aja, cuma energinya dicampur. Campur dorong…. ha..ha…