Gelap Mata
Ya, saya gelap mata kemarin waktu jalan-jalan ke Gramedia dengan Yudi. Setelah menghabiskan 1 porsi kepiting di warung seafood dekat pasar kambing, kita jalan-jalan ke Gramedia. Sudah agak lama tidak pernah ke Gramedia karena biasanya lebih suka ke toko buku Toga Mas. Dan benar saja saya menjadi gelap mata melihat buku-buku baru di Gramedia.
Selain membeli buku untuk kantor saya juga membeli buku untuk kesukaan sendiri. Gak tahan melihat buku Candi Murca karangan Langit Kresna Hardi (selanjutnya saya sebut Langit) terpampang di etalase buku itu langsung saya embat ke kantong belanjaan. Kebetulan suka dengan gaya penulisan Langit. Dari dulu saya suka novel yang berbau sejarah semisal Senopati Pamungkas, Taiko, Musashi atau Shogun. Dulu waktu pertama kali menjejakkan kaki di semarang sempet ngider Pasar Johar cuma untuk mencari buku Senopati Pamungkas versi lama yang jumlahnya 25 biji itu tapi sayangnya gagal dan syukur Gramedia berbaik hati mencetakkan novel Senopati Pamungkas dalam 2 edisi yang kata orang besarnya udah kayak alkitab.
Belum sempet baca bukunya karena baru dibeli tadi malam dan kelihatannya gabungan antara seafood dan jalan kaki di Java Mall adalah kombinasi yang cocok untuk membuat saya terlelap lebih awal tadi malam. Ngomong-ngomong buku ini tebalnya 832 halaman dan katanya bakal ada 10 edisi, wow kayaknya komik-komik saya harus saya sumbangkan nih buat memberi ruang di lemari buku buat novel ini. Buat Jhiban “jeep, sumbangannya buat desember termasuk buku yah
“
Skrinsut saya ambil dari situs Langit


