Catatan Perjalanan: Bali [part 1]

Ini sebenarnya catatan perjalanan saya ke bali yang basbang tapi mungkin aja ada yang perlu juga, sebenarnya perjalanan untuk pekerjaan tetapi diselingi berangkat akhir minggu sehingga bisa plesir dikit ๐Ÿ˜›

Semarang-Denpasar
Karena tidak ada penerbangan langsung ke Denpasar dari Semarang, jadi terpaksa transit di Surabaya. Sebenarnya sudah beberapa kali mendarat di Surabaya tetapi kemarin sempat kaget karena ternyata bandara di Surabaya sudah berubah.
ruang tunggu bandara surabaya
Saya kurang tahu apakah diperbesar atau dipindah tetapi memang bandara yang baru terlihat lebih rapi dan lebih besar sampai saya sedikit nyasar buat check in peasawat berikutnya.Saya suka suasana baru dari bandara di surabaya, ruang tunggunya terlihat lebih besar untuk masing-masing penerbangan dan terlihat memang skalanya untuk bandara internasional.

Kalau dibandingkan dengan bandara di Semarang jauh deh perbedaannya.

Kuta-Sanur
Begitu tiba di Bandara Ngurah Rai sebenarnya tidak mau naik taksi tetapi ternyata di Bali mereka tidak menyediakan shuttle bus, jadi memang harus naik taksi.

Saya kurang tahu tapi sepertinya kalau sudah menjadi kota wisata malah semakin sulit mendapatkan kendaraan umum yah?!? Seperti di Yogyakarta yang setelah jam 5 bis kota sudah habis, tetapi dengar-dengar akan ada sistem bis baru di Yogyakarta seperti busway yang akan beroperasi sampai malam hari.

Hanya naik taksi sampai Kuta dan Kuta memang panas sekali (ya iyalah!!). Langsung booking hotel di Kuta untuk pekerjaan di hari ke 3.

Setelah booking hotel langsung cari motor sewaan. Ini salah satu tips untuk berjalan-jalan di Bali, sewa motor!! Menyewa motor lebih murah daripada menggunakan kendaraan umum yang sangat amat jarang kecuali taksi, bis travel maupun mobil travel.

Memang semuanya di Bali sudah di design untuk menerima mengeruk penerimaan dari pariwisata.

Biasanya sewa motor 50.000 perak perhari tetapi karena saya menyewa seminggu-an bisa ditawar sampai 40.000 perak. Kalau kata teman yang tinggal di Kuta sih itu dapet murah soalnya harga normalnya memang 50.000 perak.

Karena saya kurang suka dengan keramaian jadi saya mencari hostel di Sanur. Buka-buka lonely planet bulukan pemberian Aga akhirnya saya menemukan wisma Keke.
wisma keke sanur (2)wisma keke sanur (2)
Asli hostelnya bagus banget dan suasananya memang seperti berada di dalam rumah. Untuk 1 kamar dengan kamar mandi dalam dan kipas besar yang diletakkan dilangit-langit, kita diharuskan membayar 60.000 perak perhari sudah termasuk sarapan.Kalau untuk ukuran Sanur itu murah karena biaya warnet sampe 30.000 perak per jam, ‘set dah!!!
peta+lonely planet
Balik ke tips lagi sebentar, kalau sewa motor bawalah peta untuk mempermudah pencarian jalan dan merencanakan tujuan perjalanan. Jalan di Bali sudah sangat nyaman untuk turis karena jalan utamanya sudah melingkari pulau bali, jadi mau kemana saja tinggal pake jalan utama dan tidak terlalu blusuk-blusuk karena papan penunjuk jalan ada dimana-mana dan sangat jelas.

Selama di bali hanya sempat mengunjungi Tanah Lot dan Ubud saja untuk jalan-jalan. Dan karena saya non muslim maka bali menjadi surga kuliner buat saya karena makanan kesukaan saya daging babi tersebar dimana-mana๐Ÿ˜›
antara sanur dan tanah lot
Bahkan di tengah jalan antara Tanah Lot dan Jalan arteri saya menemukan warung di pinggir jalan dengan pemandangan sawah di sampingnya. Jadi budget terbatas dapet pemandangan yang wah๐Ÿ˜€

[bersambung…..]

29 thoughts on “Catatan Perjalanan: Bali [part 1]

  1. weh.. saya kok ndak begitu tertarik sama bali, ya?๐Ÿ˜€

    lebih suka tempat yg mblusuk dan menantang untuk ajang ndoyok..๐Ÿ˜€

    ini aja lg kerja kok .. jd menantangnya nyuri waktu plesir sambil kerja kekekeke~

  2. kok gak ada foto didutnya siy?? ntar disangka hoax! hehehe…

    btw ridu jadi iri neh.. blom pernah ke bali soalnya!!

    waduh potensi hoax yah kekeke~ ya udah ntar yang part II aku pasang skrinsutnya

  3. Eh gw wkt 3thn lalu ke Kuta, ga betah, soalnya panass!! Gerah bukan main.
    Dah gt pantainya jg lg kotor wkt itu.

    Wah…??? Jgn banyak2 makan babi lhoo….tar kolesterol…. ekekekekk…

  4. hngg… ngomong2 soal travelling, kayaqe pengen nyoba pulang ke Jogja dengan cara ‘nggandhul’ di pintu kereta… tapi takutnya pas dah nyampe Jogja ibu saya sudah nggak kenal lagi sama muka saya…

  5. Saya mau cerita tentang Solusi Rumah, Solusi Rumah adalah toko bahan bangunan terintegrasi yang mempromosikan konsep rumah berkelanjutan atau sustainable housing concept (hemat energy, minimal pakai kayu, sedikit limbah, dan kokoh).

    Di Solusi Rumah, konsumen bisa membeli bahan bangunan (cash atau kartu kredit) plus mendapatkan jasa konsultasi arsitektur gratis (desain, konstruksi, jumlah bahan bangunan, jumlah biaya, ahli bangunan terlatih, dll) dan akses ke bank ( pinjaman / KPR untuk membangun / renovasi rumah ).

    Saat ini Solusi Rumah ada di Yogyakarta (contact person Adrin 0811193928), Klaten (contact person Dian 085868360608) dan Cilacap (contact person Dewi 08122943292). Tahun 2008 Solusi Rumah buka di Jawa Barat.

    Ternyata nggak repot kan kalau mau membangun rumah !

  6. hik..hik… lumpia semarangnya dong??? di bali pernah beli, tapi tipis, trus mahal. good decision, bli. kalo ke bali, nginepnya di sanur ajah. super murah, gampang milih, rapi dan lebih ramah drpd kuta yang sumpek. apalagi tempat makannya, buanyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s