Knowledge economy & blogging (part II)

Warning: postingan ini hanyalah opini dari penulis dan masih harus dikaji lagi untuk keperluan-keperluan ilmiah

Ternyata postingan sebelumnya dapet komen yang menarik. Jadi postingan kali ini buat merespon komen-komen yang sudah masuk.

Yang pertama dari Dino

Kalo blogging bikin orang gak produktif bekerja, masih bisa dikatakan menyumbang economy gak ya? Atau hanya menyumbang knowledge?
Andaikan knowledge yang ditulis juga tidak membuat produktif maupun menghasilkan uang, masih bisa dikatakan sebagai penyumbang knowledge economy gak ya?
Penasaran aja karena aku liat blogging kebanyakan masih sebagai hobi yang, dalam kasus seperti saya, memakan waktu yang seharusnya bisa lebih produktif..

Tadinya saya mau respon tetapi sepertinya komen kedua dari Dino sudah menjawab pertanyaan dari komen sebelumnya karena saya punya ide yang sama, padahal sempet mikir keras karena dapet komen dari anak MBA hihi~

Hei dut..
I cant stop thinking about your post..
Aku pingin nambahin sesuatu dari comment-ku yg sebelumnya:
Apapun yang kita lakukan akan berdampak pada ekonomi. Kita tidur, kita kerja, kita ngomong semua dapat mempengaruhi ekonomi. Berarti kita nge-blog pun, walaupun hanya sebagai hobi, juga berdampak pada ekonomi.
Tapi dampaknya negatif atau positif ya? Kayaknya sih positif. Tapi sebetulnya beberapa besar ya dampaknya terhadap ekonomi Indonesia.
Paling gampang untuk mengetahui sih dengan mencari tau berapa duit yang telah dihasilkan para blogger dari blognya. Tapi itu jelas kurang komplit karena manfaat blog tidak selalu secara langsung. Bisa aja seorang pengusaha ekspor mendapatkan ide bisnis dari sebuah tulisan blog.. atau seorang koruptor jadi insyaf setelah membaca tulisan blog.
Tulisanmu ini menarik banget.. membuatku berpikir..

Well aktivitas blogging memang kadang-kadang atau seringkali memakan waktu produktif kita dan apakah aktivitas yang memakan waktu produktif kita masih memberikan dampak ekonomi?

gambar diambil dari news BBC

Kalo menurut saya sih dampak ekonomi itu bisa berlangsung dengan 2 cara, dampak langsung dan dampak yang tidak langsung.

Kalau dampak yang langsung, seperti yang sudah saya uraikan sebelumnya seperti menjadi profesional blogger yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh sang blogger. Dan komen dari Tigis menurut saya bisa memberikan gambaran seorang blogger dapat memberikan dampak ekonomi secara tidak langsung kepada pembacanya:

Nah ini nih masalahnya. Kebanyakan orang itu biasa2x aja. Ga banyak yg punya keunikan. Atau palng ga tidak banyak yg mempersiapkan diri utk punya keunikan. Jadinya minat ga berkembang ke arah yg unik2x. Kalo mulai skrg minat ke yg unik2x uda males. Jadinya blognya ya standar2x aja

Kalo menurut saya, hasil tulisan semua blogger (profesional maupun tidak) mempunyai potensi untuk memberikan dampak ekonomi secara tidak langsung. Contoh kasusnya terjadi pada diri saya sendiri. Saya sebelumnya tidak terlalu mengindahahkan apa yang namanya monetize blog, bukan karena saya tidak suka tetapi karena waktu itu saya berpikir saya belum memerlukannya.

Sejalan dengan waktu ternyata aktivitas monetize blog cukup booming di antara blogger-blogger indonesia sehingga beberapa diantara mereka menuliskannya di blog.  Dari sana, saya merasa ada aktivitas blogging yang menarik yaitu mekanisme paid blogging dimana kita menulis dan dibayar.

Dari tulisan-tulisan tersebut saya belajar bagaimana menjadi seorang paid blogger beserta mekanisme-mekanisme yang harus dijalani seperti harus mempunyai paypal dan segala atribut yang mengikutinya.

Dari pengalaman saya sendiri bisa dilihat kalau dampak ekonomi itu bisa dirasakan secara tidak langsung.

Unik dan tidak unik
Niche atau kekhususan pada sebuah blog menurut saya juga hanya sebuah pilihan untuk seorang blogger dan bukan menjadi sebuah masalah seperti yang dikatakan oleh Tigis karena tidak ada blog yang standar maupun tidak standar.

Keunikan sebuah blog hanyalah sebuah cara untuk membuat blog lebih menarik untuk dikunjungi dan tidak selalu terkait hanya pada tulisan. Contoh blog tika yang mempunyai keunikan pada judul pada setiap judul postingannya ataupun blog momon yang isi postingannya selalu menggelitik walaupun itu hanya berupa sebuah foto atau  isi postingan yang beraneka ragam.

Tentu saja masih banyak cara untuk mendapatkan kunjungan ke blog kita misalkan dengan melakukan blogwalking, tetapi untuk postingan kali ini tidak membahas hal tersebut sehingga saya fokuskan saja pada paid blogging.

Dampak aktivitas blogging ke ekonomi Indonesia
Kalau yang ini terus terang saya tidak mempunyai referensi yang cukup valid untuk menghitung berapa sih dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kegiatan blogging terhadap kegiatan ekonomi indonesia.

Tetapi dampak ekonomi secara positif sebenarnya bisa dilihat dari aktivitas paypal karena kebanyakan aktivitas paid blogging masih menggunakan paypal sebagai mekanisme pembayaran. Dari aktivitas untuk menarik uang dari paypal tentu saja menggunakan bank dan dari setiap dolar uang paypal yang kita tarik tentu saja memberikan keuntungan pada bank dengan perbedaan currency yang dapat mereka ambil. Tentu saja memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menghitung berapa besar aktivitas keuangan dari paypal ke indonesia.

Knowledge worker
Jadi konklusi untuk postingan kali ini adalah seorang blogger dari blogger biasa saja sampai blogger profesional, dari blogger standar maupun (kalau ada) blogger yang melebihi standar, dari blogger yang menarik maupun yang tidak menarik, dari blogger yang menulis kegiatan harian sampai yang menulis artikel dengan riset tertentu, tetaplah seorang blogger adalah seorang knowledge worker yang membagikan pengetahuannya, know how-nya, keahliannya maupun pengalamannya kepada masyarakat luas.

Jadi menurut saya seorang blogger yang notabene (menurut saya) seorang knowledge worker entah dibayar maupun tidak dibayar mempunyai potensi untuk menghasilkan knowledge economy secara langsung maupun tidak langsung.

Dan kelihatannya postingan ini akan terus berkanjut kalau energi saya cukup besok.

So keep in blogging until we die sob!!

5 thoughts on “Knowledge economy & blogging (part II)

  1. Setuju!!
    Daripada pasif di depan TV nonton sinetron, mending menyumbang pikiran di blog sehingga menjadi salah satu akar dari knowledge economy Indonesia.

  2. sepakat mas! *melirik komen di atas yg nomor 2* daripada sinetron mending blogging! plus tambah pengetahuan dengan baca2 postingan blogger sedunia.. hehehehe…

  3. hehe jadi yg lo mksud dgn faktor “unik” itu lebih ke arah kemasan ya. Kyknya kl itu ada kendala yg lain, alokasi wkt buat nge-blog, terutama buat para “sosi” yg wkt nge-blognya bener2x terbatas. Bisa nuls posting-an aja uda syukur🙂

    tp ide utk mempercantik kemasan yg lo gulirkan menarik jg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s