Perkebunan Teh Medini

Warning: postingan ini bakalan ngabisin badwith karena banyak foto narsisnya.

Ini sebenarnya perjalanan piknik dengan Loenpia bulan agustus 2007, tapi karena mungkin masih banyak orang (termasuk orang Semarang) yang belum tau Medini jadi saya posting lagi deh di blog ini, dan perjalanan ini adalah salah satu perjalanan terseru loenpia.

Medini adalah sebuah daerah perkebunan teh di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 700-1600 M dpl di desa Ngesrep, Balong dan Limbangan Kabupaten Kendal. Tetapi biasanya rute perjalanan dari Semarang melewati daerah Boja, Kendal yang berjarak hanya 1 jam dari Semarang.

ambil foto di depan pos pemberangkatan


Waktu itu kita berangkat dari rumah Budi dengan sekitar 13 anggota pasukan loenpia dan diangkut dengan 2 mobil Kijang. Perjalanan dari Semarang sampai Boja melalui jalan raya sih lancar-lancar aja, tetapi begitu masuk area pegunungan jalan mulai berbatu-batu. Disini mobil kijang mulai diuji ketangguhannya. Jalannya asli berbatu-batu dan Lowo yang nekat naik motor (karena gak mau nginep), pantatnya sampe membiru *lebay*.

menemani Lowo yang sedang mengistirahatkan pantatnya

Tempat peristirahatan pertama di rumah Pak Min, salah seorang yang dituakan. Sayang waktu itu kita tidak bisa betemu beliau karena sebenarnya kita bisa mendapatkan cerita-cerita yang menarik sewaktu jaman penjajahan, terutama yang berkaitan dengan gua jepang yang ada di Medini. Setelah ngembat beberapa mie dan teh panas, kami melanjutkan perjalanan. O iya, begitu masuk daerah perkebunan, hawanya sejuk abis seperti daerah puncak.

jalan yang hanya cukup untuk 1 mobil

Karena rumah Pak Min hanya persinggahan, kita melanjutkan perjalanan menuju gua jepang. Asli jalan ke gua jepang hanya cukup untuk 1 mobil. Dan karena kita terlalu percaya diri untuk mengambil jalan, kita sempat-sempatnya nyasar sampai setengah bukit yang mengharuskan kita harus kembali muter dengan jalan yang hanya cukup untuk 1 mobil. Akibatnya mobil kita harus dorong karena jalan yang tidak cukup untuk memutar. Kalau kamu mau menguji ketangguhan mobil kamu sepertinya harus diajak mendaki medini dan kijang sudah terbukti ketangguhannya *berasa iklan*.

“dorong-dorong!!”

istirahat setelah dorong mobil

Mas Yoyo dan Pak Teguh yang jadi driver kita hari itu sempet repot juga karena kita harus muter dan menghabiskan satu setengah jam sendiri atau lebih untuk memutari bukit dengan jalan yang berbatu karena mobil tidak bisa dipacu kencang. Tetapi pemandangan di kiri-kanan jalan membuat otak kita melupakan kalau badan kita sebenarnya pegel-pegel.

ini lagi nyasar loh!!

Setelah sampai di daerah dekat gua jepang yang berarti daerah terakhir yang bisa dilewatin mobi, kita beristirahat di rumah Pak Min (bukan Pak Min yang sebelumnya) untuk sholat dan makan siang. Asli makanan apa aja berasa ajeep banget saat itu dan tidak lupa acara narsis tetap berlangsung walaupun ngantuk berat.

tidur & tetep narsis

Setelah istirahat sebentar kita mengunjungi gua jepang yang dibangun oleh tentara jepang di masa penjajahan di perbukitan. Hebatnya lagi, gua ini tidak pengap dan sirkulasi udara tetap berlangsung baik sekali. Setelah gua jepang kita bernarsis ria di perkebunan teh yang landai dan hijau. Mungkin buat orang Semarang tidak banyak yang tahu kalau ada daerah se-asri ini dengan jarak hanya sekitar 1 jam perjalanan.

didalam gua jepang

narsis!!!

Karena kita ingin menginap akhirnya kita menyewa sebuah cottage di daerah Nglimut, yaitu daerah bawah dari perkebunan Medini. Cottage-nya keren abis dan harganya juga tidak mahal, sekitar 300 ribuan kalo tidak salah dan cukup kuat untuk dihuni oleh 13 orang gerombolan kelas berat seperti loenpia *grinzz*. O iya, Lowo akhirnya juga menginap setelah badannya berasa remuk redam naek motor hehe~

cottage

Kita pulang ke Semarang keesokan harinya setelah menikmati sarapan dan beberapa jagung bakar. Jadi buat loenpia: KAPAN KITA PIKNIK LAGEH!!!!!

Postingan terkait:
Loenpia back to nature, goes to Medini
Medini bersama loenpia
1001 cerita di Medini
Medini oh medini

Penyumbang skrinsut:
Kian
Budi
Hars

14 thoughts on “Perkebunan Teh Medini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s