Pemilu dan Kampanye Hijau

Seperti yang saya sudah posting sebelumnya, kalau ada calon presiden Indonesia yang membuat kampanye hijau pasti saya akan langsung coblos namanya tanpa pikir panjang.

Tetapi kelihatannya keinginan ini masih harus dipendam untuk beberapa tahun ke depan sampai ada calon pemimpin yang mempunyai pandangan bahwa investasi untuk memperbaiki lingkungan berhubungan dengan perbaikan di sektor ekonomi.

Walaupun image Amerika seringkali jelek tetapi harus diakui bahwa mereka sudah mempunyai calon presiden yang menggarap kampanye hijau secara serius atau paling tidak salah satu calon presidennya – Barrack Obama – sudah melakukannya.

Memang di antara calon-calon presiden sebelumnya Obama mempunyai rencana jangka panjang untuk memperbaiki lingkungan secara agresif dan mendapat nilai paling tinggi untuk kampanye yang berkaitan dengan isu perbaikan lingkungan. Bahkan Mccain-pun tidak mempunyai skema kampanye yang jelas berkaitan dengan isu-isu lingkungan maupun pemanasan global.

Ini beberapa kampanye Obama yang berkaitan dengan isu energi:

  1. Memotong emisi karbon sampai 80% sampai tahun 2050.
  2. Menyediakan insentof lokal bagi masyarakat yang melakukan penghijauan atau kegiatan yang berpotensi mengurangi emisi karbon.
  3. Akan menginvestasikan 150 milyar $US dalam 10 tahun di penyediaan energi yang ramah lingkungan dan terbarukan.
  4. Berinvestasi untuk meng-educate kalangan indiustri untuk beradaptasi dengan program yanglebih ramah lingkungan.
  5. Pada tahun 2025, 25% kebutuhan listrik nasional akan dipasok oleh energi terbarukan.

dan tentu saja masih banyak kampanye-kampanye Obama yang berkaitan dengan isu energi ini.

Dari mudahnya mendapat akses informasi mengenai program Obama saja sebenarnya saya merasa masih banyak yang harus diperbaiki dari kampanye calon pemimpin di Indonesia, paling tidak dalam mengenalkan program-programnya. Tidak heran kalau banyak yang golput di banyak pilkada di Indonesia. Bagaimana mau memilih kalau kita sendiri tidak mengenal siapa yang kita mau pilih.

Terus terang di pilkada Jawa Tengah kemarin saya tidak mengenal satupun calon yang ada kecuali yang sudah berkiprah di pemerintahan. Calon pemimpin yang saya kenalpun tidak mempunyai track record yang baik ketika dia berada di dalam pemerintahan. Para kandidat masih menggunakan cara-cara lama seperti mengumpulkan massa yang kelihatannya di bayar agak tampak meriah. Terus terang saya agak miris melihat berapa dana yang harus mereka keluarkan untuk mengumpulkan massa sebanyak itu kalau dibandingkan dengan Obama yang bisa mengumpulkan dana sebanyak Rp. 1,5 trilyun rupiah sampai pertengahan februari 2008 hanya dari donasi melalui situsnya. Tidak ada korupsi, tidak ada perjanjian yang mengikat dan tentu saja tidak ada kewajiban untuk membayarnya kembali kecuali melaksanakan program yang sudah dia janjikan.

Tetapi kita bisa terus berharap. Saya menghargai ada pemimpin seperti Rano Karno yang sudah mau memulai kegiatan yang tidak begitu familiar seperti memperkenalkan kampanye tidak menggunakan plastik. Dan mari terus berharap bahwa calon-calon pemimpin kita di masa depan ada yang mau memikirkan kondisi lingkungan di Indonesia yang cepat sekali memburuk.

Skrinsut diambil dari sini.

25 thoughts on “Pemilu dan Kampanye Hijau

  1. Dari mudahnya mendapat akses informasi mengenai program Obama saja sebenarnya saya merasa masih banyak yang harus diperbaiki dari kampanye calon pemimpin di Indonesia, paling tidak dalam mengenalkan program-programnya.

    SETUJU!!
    Setiap partai harusnya punya situs yang membeberkan rencana mereka sedetil-detilnya. Biarkan rakyat memilih rencana yang menurut mereka paling baik..

  2. masalahe , klo kampanye itu kan ntar harus ada realisasinya kan, nah klo di amerika wajar kyk gituh, lha wong sugih. laha indonesia, duit siapa?, ntar subsidi bbm dikurangi maneh… wis repotlah

    bagusan kita mulai dr diri sendiri aja.. melakukan dan menggunakan segala hal/sesuatu yg ramah lingkungan.

  3. mungkin pemimpinnya qta belum mengarah kesitu, karena kalo dikampanyekan soal go green cuma berapa persen rakyat Indonesia yang ngerti. Mungkin mereka lebih tertarik kalo dijanjikan cari kerja mudah, hidup lebih baik, pendidikan gratis, jaminan kesehatan. Entar kalo diomongin Go Green, simpatisannya nanya “opo kui go green? nek wetengku wis wareg sampean boleh ngomong go green.”

    Salam kenal yah…:D

  4. kampanya untuk tidak menggunakan plastik —>
    kadang jadi bingung mo buang sampah pake apa. soalnya truk sampah cuma lewat di jalan besar, jadi setiap pagi kantung2 plastik berisi sampah udah ditaro di perempatan jalan yang bakal dilewati sama truk sampah..
    sementara kantong kertas kan belum banyak disini…
    😦

  5. kalo go green dlm arti harfiah sbetulnya banyak ya, dr PKB, PBB, dan beberapa partai islam laen. Tp kalo go green dlm pengertian lingkungan kyknya ga penting tuh buat mereka. Dan ironisnya, ga penting jg buat masyarakat indonesia. Siapa yg peduli lingkungan kalo makan aja susah. Perut memang urusan yg paling utama.

    koq jadi inget persebaya ya…

  6. klo indonesia isu2nya masih…yang serba gratis2…pendidikan, kesehatan, dkll..apalagi sampai kepikiran ke go green….

    masih jauh kita kearah itu….
    apalagi politik2 kita belum cerdas masih perang urat syaraf dan urat darah….

    T** kucing untuk kepntingan masyarakat..yg ada gimana nutupin biaya kampanye kemaren2….

  7. Intinya jgn pesimis dan rendah diri sbg orang Indonesia. Walo apa kata dunia, kita hrs menghargai diri sendiri dulu, baru negara lain bisa menghargai.

    Kampanye go green ide bagus tuh.

  8. wah, akhirnya di update juga, hehehehe

    Kampanye ini sudah lama dikumandangkan tapi kok kurang menjadi prioritas yah kayaknya, jadi gaunggnya gak gitu menggema.

    kampanya tikak menggunakan plastik? dilemanya berarti menggunakan kantong kertas yang ujung2nya juga brarti ngabis2in sumber alam yg dipakai untuk menghasilkan kertas

    serbasalah ya…

    semoga ada jalan keluar supaya bumi kita tetap hijau.

    Salam
    silly

  9. mungkin memang harus dimulai dari calon-calonnya dulu, yang kemudian memang punya komitmen besar di sana, dan kemudian orang-orang melihat mereka sebagai role model… jadi jangan begitu kampanye baru masing-masing sok ramah lingkungan😀

  10. aku setuju sama didut… kalau nggak ada capres yang berkampanye hijau dan berprogram hijau, maka… mari kita putihkan mereka semua. alias gak usah dianggep!!
    didut, gimana caranya kek, tulisan kita ini dibaca sama para capres, gih… usahakan gih!!
    terus, nyambung tulisanku sendiri.. mana, aku pinjem the secret-nya.. belum nonton nih

  11. lha itu prabowo mendukung go green, mas. dia khan membantu petani Indonesia (di iklan kayak gitu, gak tau nanti prakteknya gmn) kayakny semua pemimpin sama aja deh

  12. lha prabowo itu, dukung go green lho mas. dia membantu petani indonesia (tapi gak tau faktanya kayak gmn) semuanya itu sama aja klo udh jadi pemimpin. lupa sama rakyatnya.

  13. mudah2an Obama ga hanya sekedar janji, ya…
    ga kayak calon2 pemimpin di sini.😦
    kayaknya emang masih banyak yg harus dibenahi dlm sistematika pemilu di Indonesia.
    tp aku suka tuh yg debat cagub di TV One itu.
    *eh, msh ada ga ya? aku udh lama ga nonton TV, seh. :P*
    paling ga, kita jd bisa menilai sendiri bagaimana “isi otak” mereka yg sebenarnya.😛

  14. kalo partai yang warna utamanya hijau sih banyak. yang jadi masalah, mereka peduli nggak dengan urusan lingkungan, alam liar, satwa-satwa liar? lha wong orang aja ndak diurus apalagi binatang dan tumbuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s