Bergeraklah Negeriku

Entah kenapa para pemimpin di negeri ini yang sedang atau pernah memimpin kurang memperhatikan masalah lingkungan di negeri yang diberkahi hasil alam yang melimpah ini. Tidak cukup rasanya kader pemimpin yang mempunyai empati terhadap alamnya sendiri.

Tetapi kita juga tidak bisa selalu mengharapkan ketergantungan pada seorang pemimpin. Rasanya sudah saatnya masyarakat Indonesia untuk menggerakkan dirinya sendiri atau dengan kata lain memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan (leadership) tidak harus selalu datang dari tampuk pemimpin yang tinggi, kitapun bisa menjadi seorang pemimpin bagi kita sendiri ataupun masyarakat disekitar kita.

Sebenarnya masyarakat kita sudah mampu untuk menggerakkan dirinya sendiri. Saya melihat dengan mata kepala sendiri ketika saya membantu ibu-ibu penggerak PKK di Kel. Jomblang dalam merencanakan program lingkungan bagi mereka dan lingkungan sekitar rumah mereka sendiri. Mereka hanya memerlukan pengetahuan tambahan untuk menjadi senjata untuk menggerakkan lingkungan mereka sendiri. Ketakutan untuk bergerak biasanya hanya karena ketidaktahuan.

Entah sampai kapan kita akan menunggu untuk bergerak untuk memperbaiki lingkungan kita sendiri. Lihat saja bencana banjir yang melanda beberapa kota besar di negeri ini, akankan kita menunggu sampai saat itu terjadi menimpa diri kita sendiri.

Kita memang selalu berteriak ketika bencana lingkungan itu datang tanpa menyadari bahwa kita sendiri bisa mencegahnya.

Masalah lingkungan selalu menjadi masalah klasik di negeri yang indah ini. Orang terbiasa untuk membuang sampah sembarangan tanpa sadar bahwa sampah yang kita buang sendiri akan memampatkan saluran dan membuat potensi banjir menjadi lebih besar dimasa yang akan datang.

Marilah kita bergerak untuk membuat orang disekitar kita lebih sadar akan menjaga lingkungan tempat tinggal mereka. Minimal ajaklah mereka untuk membuang sampah pada tempatnya.
praktek
Kalau kamu mau berbuat lebih, buatlah mereka bergerak untuk mendaur ulang sampah mereka sendiri ataupun menguranginya. Sudah banyak cara untuk mendaur ulang sampah kita sendiri. Teknologi daur ulang sudah bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan walaupun butuh usaha lebih dan kontinuitas untuk melihat keberhasilannya. Mengurangi sampah juga sangat mudah untuk melakukannya walaupun butuh pengetahuan untuk melakukannya.

Marilah kita bergerak untuk memperbaiki tempat tinggal kita sendiri atau memperindahnya dengan tanaman yang kita tanam sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperindah tempat tinggal kita sendiri.
Bu Singgih dkk
Sudah saatnya kita meninggalkan ketergantungan pada kata pemimpin. Sudah saatnya kita menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Ah, mudah-mudahan ini bukan suatu mimpi yang amat muluk dan saya percaya bahwa itu bukanlah suatu mimpi.
foto-foto

Beberapa catatan:
1. Gambar-gambar diatas merupakan dokumentasi ibu-ibu kader lingkungan yang bergerak di Kel. Jomblang, Semarang
2. Ada referensi blog yang cukup bagus tentang Indonesia Bergerak
3. Bencana banjir menjadi lebih parah di Indonesia dalam beberapa tahun ini.
4. Beberapa referensi blog untuk daur ulang yang dapat kita lakukan sendiri ataupun pengetahuan mengenai lingkungan:
Blog sampah
Aku Ingin Hijau

31 thoughts on “Bergeraklah Negeriku

  1. iya tuh… jgn hanya menyalahkan alam..yg selalu mendatangkan hujan…dan bilang penyebabkan banjir.
    pdhl kan penyebab banjir itu juga karena sampah2 yg sudah kelewat banyak dan menutup saluran2 pembuangan air…

    *toss mbak ichaawe*

  2. wah, koq mepet banget sih ndaftarnya.. hoho…
    sip dah, menjadi pemimpin untuk negri tidak selalu harus memegang jabatan..!
    nice post bro!

    gyahahahaha~ mepet gak mepet itu gak ngefek jo yg penting posting๐Ÿ˜€

  3. masalah indonesia itu bukan cumak leadership, mas didut. tapi mental yg paling utama. 32 taun terlena kenak sepoi2 angin pohon beringin bikin racun korupsi meresap hingga ke tulang sumsum. ibu saya koordinator posyandu spesialisasi buat ngurusin mbah2 jompo. kalo lagi rapat pengurus RW, seringnya ibu saya yg dihajar temen2 sesama ibu2 sendiri karena sering kritis masalah pengeluaran kas yg ga jelas. dan gebleknya, ibu2 itu, yg notabene juga dikasih LDK selama beberapa waktu di kelurahan, koq ya berani2nya marah2 dan treak2 ‘jadi ibu2 ini ga percaya sama saya?!’ udah gitu masih aja ada pikiran semacem: karena kerja di RW ga dibayar, jadi saya berhak donk ambil tape buat nyetel kaset senam jantung sehat yg dibeli pake duit kas.

    well, emang sih perubahan ga bakal terjadi kalo ga gerak. nek ga bisa gerak ya curcol aja disini. xixi.

  4. yang ada semua bergerak menjual “diri” biar bisa kepilih, abis itu nyari duit lagi sampe balik modal… malah kadang udah balik modal ajah masih kemaruk, gak karuan ahhh…๐Ÿ™‚

    fote me for presiden, you’ll be happy in this country… tapi gak janji yahhh, hahha

  5. entah kenapa setiap kali aku ngingetin orang untuk menjaga lingkungan kok rasanya susah banget, banyak yang belum punya kesadaran untuk menjaga lingkungan, huhuhu..
    semangat semangat! ga boleh nyerah..๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s