Biopori Sebagai Alternatif Pencegah Banjir

Biopori adalah lubang-lubang didalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme didalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. (via Biopori.com)

Dimusim hujan seperti ini sudah bukan hal yang luar biasa kalau daerah bawah semarang terkena banjir. Jangankan sewaktu musim hujan, waktu musim panaspun semarang bisa terkena banjir rob. Didaerah pusat kota seperti Simpang Lima jika hujan tidak perlu menunggu lama untuk melihat banjir. Kalau rumah kita terkena banjir biasanya kita misuh-misuh sendiri dan cenderung menyalahkan pemerintah yang tidak bisa membuat pengelolaan kota yang lebih baik. Tetapi kalau memang pemerintah belum mampu apakah kita harus menunggu sampai rumah kita terkena banjir?
Membuat lubang biopori bisa menjadi salah satu alternatif untuk menangani secara dini potensi banjir yang akan timbul. Kenapa secara dini? Karena lubang-lubang biopori yang terbentuk akibat aktifitas organisme tadi akan membuat kemampuan tanah dalam menyerap air semakin besar sehingga kemampuan tanah dalam menyimpan air juga akan semakin tinggi.

Cara Membuat

Membuat lubang biopori ini tidaklah sulit:

  • Buatlah lubang silindris secara vertikal dengan diameter 10 Cm dan kedalaman kurang dari 100 Cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal.
  • Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 Cm dengan tebal 2 Cm disekeliling lubang.
  • Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman dan sampah organik lainnya.
  • Sampah organik selalu perlu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
  • Kompos yang terbentuk didalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Manfaat

Jadi dengan membuat 1 lubang biopori ada beberapa manfaat yang akan didapatkan:

  • Daerah resapan air akan semakin luas
  • Mendaur ulang sampah organik menjadi kompos dengan mengisi lubang biopori secara teratur
  • Penyimpanan air tanah juga semakin luas

Intinya dengan lubang biopori sedalam 100 Cm tadi luas resapan air akan bertambah sebanyak mendekati 1/3 M persegi. Bayangkan besar tambahan luas reaspan air kota bogor karena mereka membuat 5.250 lubang biopori pada tahun 2007.

Dalam bayangan yang lebih besar lagi, bayangkan jumlah luas resapan air yang akan bertambah jika minimal setiap penduduk dri 1,4 juta masyarakat semarang membuat 1 lubang biopori di halaman rumah mereka.

Kalau kita bisa sedikit  lebih perduli dan bisa  mencegah lebih dini,  mengapa harus mengobati?

Picture Courtesy:
Blog Feiraz
Situs UNPAD

Sumber:
Website Biopori

10 thoughts on “Biopori Sebagai Alternatif Pencegah Banjir

  1. sudah lama saya tertarik lubang biopori itu, tapi susah juga ngajak2 orang untuk buat lubang itu… sesekali ada yang mau buat, ternyata tidak dirawat, ya nggak maksimal dech! ayo galakkan lagi!
    silahkan baca2:
    http://andy.web.id/biopori.php
    http://andy.web.id/akhirnya-datang-juga-banjir.php
    http://andy.web.id/kampung-semen.php
    http://andy.web.id/jakarta-menyebalkan-lubang-resapan-biopori.php
    sayangnya, tulisan2ku itu impor dari blog lama, gambar2nya ilang… (doh)

  2. @elia bintang: ya itu dia, memang orang indonesia senangnya bukan mencegah khan tp mengobati. Jadi walaupun belum mari kita mencegah saja hahaha~

    @Mas Andy: hehehe~ pokoknya sudah aku tulis sumbernya. Kalau mereka gak terima ya apa boleh buat deh nanti. Ilmu itu memang harus disebarkan kok🙂

  3. Baru tau ttg biopori ini, di rumah saya yg lg dlm tahap proses pembangunan.. dibuat byk resapan eh, gabanyak deng wong cuma 3 gunanya ya buat nampung air hujan, dan air2 sisa pembuangan limbah dapur di rumah, mengurangi resiko banjir di smg bawah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s