phone_boothbattery-recharging

Charging di Telepon Umum?

Dengan produk mobile phone yang semakin banyak variasinya, semakin murah dan sangat biasa untuk orang memakainya, bagaimana dengan nasib telpon umum? Tentu saja telpon umum menjadi terabaikan. Saya tidak melihat banyak telpon umum di semarang bahkan saya tidak ingat kapan terakhir melihat telpon umum.

Ternyata di Austria ada perusahaan komunikasi yang melihat solusi alternatif bagi telpon umum yang terabaikan ini. Perusahaan ini menjadikan telpon umum sebagai stasiun pengisi untuk kendaraan yang menggunakan listrik sebagai sumber penggeraknya (Electric Vehicle/EV).

Telekom Austria meluncurkan telpon umum pengisi listrik ini pertama kali di Viena 2 hari yang lalu.  Telekom Austria berharap tahun ini mereka dapat merubah 29 telpon umum menjadi stasiun pengisi listrik dari 13.500 telpon umum yang mereka punyai.

Untuk mengisi mobil listrik akan menghabiskan waktu 6,5 jam, 60 menit untuk skuter listrik dan 20 menit untuk sepeda listrik untuk mengisi listrik masing-masing kendaraan. Diharapkan dengan banyaknya stasiun pengisi listrik ini kepopuleran kendaraan berbahan bakar listrik juga akan semakin meningkat di Austria.

Well, kalau di Indonesia sih untuk rumah saja seringkali ada kota-kota yang ketersediaan listriknya masih kedap-kedip. Mudah-mudahan pemerintah kita bisa lebih melihat pembangkit listrik dengan sumber-sumber energi yang terbarukan seperti angin. Padahal negara kita penuh dengan sumber-sumber energi terbarukan ini. Tidak terbayang kalau kita punya mobil listrik dan ditengah jalan mau mengisi bahan bakar ternyata pasokan listriknya tidak ada😛

Referensi & Gambar:

18 thoughts on “Charging di Telepon Umum?

  1. Kreatif sekali.
    Tapi untuk kendaraan pakai listrik or model hybrid harganya masih mahaaaalll… Wong kita membasmi mobil-mobil tua aja susah banged😀.

  2. Ini yang aneh. Di Malang juga beberapa telepon umum sudah dibongkar.

    Tapi di daerah kontrakan saya di Jakarta, telepon umum masih banyak digunakan. Terutama muda-mudi yang telepon pacarnya saat malem minggu. Sampe antri2😐

  3. He eh Mas…Didut
    di negara kita kayaknya masih blum deh, bila dipaksakanpun, suplay energi listrik juga kaga’ bakalan nyampe khususnya pada pulau pulau tertentu yang listriknya masih bergiliran, seperti di kalimantan.

    Palingan juga di kota-2 besar di Jawa dan sebagian lagi di Sumatera dan Bali dan itu pasti rebutan bila ditaruh di jalanan umum macam sana itu, antiran pasti panjang he..he.he…

    Ok kita tukeran alamat Blog ya Mas
    http://obrolanblogger.blogspot.com/
    makasih.
    Salam – Satrio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s