Monas: Enjoying Public Space in Jakarta

Jakarta, capital city of Indonesia, well known with lots of malls and shopping centers, not forget to mention, super malls. Traffic jam is unavoidable, not just in the peak hours (morning time and after working hours), but it seemed happened all day long. Jakarta government’s do a lot of development program such as MRT that gives an enormous impact to the current condition of Jakarta’s … Continue reading Monas: Enjoying Public Space in Jakarta

I’m back

Yes, I’m back to update my old blog. I use this blog again as a place to practice write a blog post in English. For you who don’t know me yet,you can call me Didut. I live in Jakarta and working for digital agency. I love food, technology stuff and sometimes little bit travelling. I use this blog to connect with my non-Indonesian friends. See you mate! … Continue reading I’m back

Hari Bebas Mobil di Solo

Ketika menghadiri kegiatan SOLO dari teman-teman Bengawan sekitar 2 minggu yang lalu, saya dan teman-teman dari Loenpia mendapatkan penginapan di Jl. Slamet Riyadi. Jalan Slamet Riyadi merupakan salah satu jalur utama yang membelah Kota Solo.


Nah di pagi harinya ketika kita bersiap untuk tur ke kampung batik Laweyan, saya agak kaget mendapati jalan raya didepan hotel ramai oleh pe-sepeda dan pejalan kaki. Ternyata di Solo diterapkan Hari Bebas Mobil (Car Free Day) oleh pemerintah kota Solo. Continue reading “Hari Bebas Mobil di Solo”

Report: Trees for Life

Akhirnya hari rabu yang lalu saya ketemu blogger-blogger lain yang diundang Djarum untuk hadir diacara penanaman pohon trembesi mereka di daerah Karanganyar, Demak.


Ketemu Titi, Dita, Nike & Om Mbelgedez di bandara karena mereka semua datang dari Jakarta. Dari situ langsung makan siang di Sambara. Ternyata tempat makan yang cukup menyenangkan, lain kali review ah buat si tukangmakan hehe~.

Dari makan siang langsung menuju Demak untuk menuju lokasi penanaman. Saya pikir lokasi penanaman berada di daerah Demak yang dekat Semarang, ternyata di Karanganyar, Demak sudah mendekati Kudus, lumayan jauh dari Semarang. Continue reading “Report: Trees for Life”

Trees for Life

Hari Sabtu kemarin (08.05.2010) saya dan teman-teman Loenpia menghadiri perkawinan salah satu teman kita, Budiyono dan Endang di Jepara. Perjalanannya sih seru tapi bukan perjalanannya yang saya mau cerita disini, kalau kopi daratnya nanti silahkan baca diblog saya yang jalan-jalan yah hihi~.

Dari Semarang ke Jepara khan pasti lewat Demak. Nah sewaktu perjalanan pulang saya melihat sesuatu yang menarik di sepanjang jalan di Kota Demak. Ada umbul-umbul program penghijauan dari Djarum, Trees for Life. Cukup menarik mata karena umbul-umbul ini bertebaran banyak sekali di pinggiran jalan di Kota Demak.

Nah tadi pagi pas bangun tidur setelah tepar dari perjalanan dari Jepara ternyata ada e-mail undangan dari Djarum, lah kok pas banget? Ternyata mereka menemukan link-link postingan saya sebelumnya soal pohon trembesi di beberapa forum dan milis lingkungan. Dan karena saya berlokasi di Semarang dan blog ini juga bertema lingkungan, mereka mengundang saya untuk ikut dalam program penghijauan yang dilakukan oleh Djarum, pas deh ah. Saya juga kangen dengan kegiatan penghijauan, setelah terakhir menanam mangrove dengan Loenpia dan sejak keluar dari kantor LSM saya dulu, tidak pernah melakukan kegiatan menanam lagi. Continue reading “Trees for Life”

Charging di Telepon Umum?

Dengan produk mobile phone yang semakin banyak variasinya, semakin murah dan sangat biasa untuk orang memakainya, bagaimana dengan nasib telpon umum? Tentu saja telpon umum menjadi terabaikan. Saya tidak melihat banyak telpon umum di semarang bahkan saya tidak ingat kapan terakhir melihat telpon umum. Ternyata di Austria ada perusahaan komunikasi yang melihat solusi alternatif bagi telpon umum yang terabaikan ini. Perusahaan ini menjadikan telpon umum … Continue reading Charging di Telepon Umum?

Kehebatan Pohon Trembesi

Dari postingan saya sebelumnya, saya mendapatkan 2 fakta menarik yang belum saya ketahui sebelumnya.

Bisa sekali, dut! Paling tidak mengurangi panasnya, skala lokal…
Coba pemerintah kota Semarang mencoba menghitung luasan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang ada sekarang. Trus coba dipenuhi minimal luasannya sesuai UU sebesar 30%.
Itu aja masih susah lho… Belom ada yang bener2 peduli soal taman kota, ruang hijau. Coba diurus beneran… Gak mustahil nanti Semarang bakal punya Central Park macem di New York. 😀 | via pizka

Walau Ruang Terbuka Hijau Semarang masih bisa memenuhi kuantitas sebesar 52% pada tahun 2006 akan tetapi secara kualitas masyarakat kurang bisa merasakannya. Paling tidak dari sisi saya warga kota yang ingin menikmati ruang hijau di Semarang.  Goa Kreo yang biasanya saya jadikan tempat menikmati hijaunya taman kota (walau jauh) sekarangpun  akan beralih fungsi menjadi sebuah bendungan. Bayangkan saja berapa banyak habitat yang akan hilang karena bendungan ini. Kebutuhan akan ruang hijau di tengah kota sebenarnya diperlukan warga semarang selain untuk menambah kesejukan udara kota juga sebagai lahan rekreasi warga.

Saya melihat banyak sekali warga semarang yang datang ke pusat perbelanjaan bersama keluarga hanya untuk berjalan-jalan dan membawa anak-anak mereka. Jika ada taman kota  yang baik pastilah mereka akan lebih memilih taman kota dibandingkan berjalan di pusat perbelanjaan. Continue reading “Kehebatan Pohon Trembesi”