Hari Bebas Mobil di Solo

Ketika menghadiri kegiatan SOLO dari teman-teman Bengawan sekitar 2 minggu yang lalu, saya dan teman-teman dari Loenpia mendapatkan penginapan di Jl. Slamet Riyadi. Jalan Slamet Riyadi merupakan salah satu jalur utama yang membelah Kota Solo.


Nah di pagi harinya ketika kita bersiap untuk tur ke kampung batik Laweyan, saya agak kaget mendapati jalan raya didepan hotel ramai oleh pe-sepeda dan pejalan kaki. Ternyata di Solo diterapkan Hari Bebas Mobil (Car Free Day) oleh pemerintah kota Solo. Continue reading “Hari Bebas Mobil di Solo”

Advertisements

Polisi Juga Pendidikย Lingkungan

Ya, polisi sebenarnya juga pendidik lingkungan. Tentu saja bukan polisi di jalan raya pada umumnya tetapi pendidikan lingkungan biasanya dilakukan oleh polisi hutan atau dikenal juga dengan sebutan ranger.

Setahu saya citra polisi hutan selama ini dikenal oleh masyarakat luas sebagai penjaga hutan. Memburu siapa saja yang merusak kelestarian alam, padahal dedikasi mereka tidak itu saja. Tugas ranger termasuk melakukan pendidikan lingkungan ke masyarakat di daerah mereka bertugas dan mereka masih lebih senang mencegah daripada mengobati alam yang telah dirusak.

Ranger di Karimunjawa

Pengalaman pertama saya bertemu dengan para ranger ini ketika berkunjung ke Kepulauan Karimunjawa. Saya bertemu dengan ranger dari Balai Taman Nasional Karimunjawa. Saya kesana menemani 2 orang mahasiswi asing yang sedang melakukan ekowisata. Waktu itu kami meminta tolong ranger untuk memandu perjalanan wisata kami dan mereka bersedia. Continue reading “Polisi Juga Pendidikย Lingkungan”

Bergeraklah Negeriku

Entah kenapa para pemimpin di negeri ini yang sedang atau pernah memimpin kurang memperhatikan masalah lingkungan di negeri yang diberkahi hasil alam yang melimpah ini. Tidak cukup rasanya kader pemimpin yang mempunyai empati terhadap alamnya sendiri.

Tetapi kita juga tidak bisa selalu mengharapkan ketergantungan pada seorang pemimpin. Rasanya sudah saatnya masyarakat Indonesia untuk menggerakkan dirinya sendiri atau dengan kata lain memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan (leadership) tidak harus selalu datang dari tampuk pemimpin yang tinggi, kitapun bisa menjadi seorang pemimpin bagi kita sendiri ataupun masyarakat disekitar kita.

Sebenarnya masyarakat kita sudah mampu untuk menggerakkan dirinya sendiri. Saya melihat dengan mata kepala sendiri ketika saya membantu ibu-ibu penggerak PKK di Kel. Jomblang dalam merencanakan program lingkungan bagi mereka dan lingkungan sekitar rumah mereka sendiri. Mereka hanya memerlukan pengetahuan tambahan untuk menjadi senjata untuk menggerakkan lingkungan mereka sendiri. Ketakutan untuk bergerak biasanya hanya karena ketidaktahuan. Continue reading “Bergeraklah Negeriku”

Hiburan Ala FJB

Selain makanan FJB juga menyediakan hiburan buat pengunjung yang datang.


Yang pertama saya lihat adalah kelas memasak. Panitia menyediakan koki-koki yang berpengalaman untuk memberikan kelas memasak bagi pengunjung yang datang ke stand memasak.

Tentu saja mayoritas yang datang ke stand ini adalah ibu-ibu. Dan setelah kelas memasak selesai, pengunjung bisa menikmati hidangan yang sudah dimasak tadi *yummieee* Continue reading “Hiburan Ala FJB”

Festival Jajanan Bango 2008

*PERINGATAN: postingan kali ini akan menghabiskan banyak benwith kamu dengan skrinsut yang merajalela


Ya, sekitar sebulan yang lalu saya sengaja menjejakkan kaki di ibukota sebentar untuk menikmati pagelaran jajanan terbesar yang ada di Nusantara yaitu Festival Jajanan Bango aka FJB.

Setelah ketinggalan FJB yang digelar di Surabaya dan tidak bisa menghadiri yang di Bandung, saya nekat datang ke Jakarta hanya untuk memuaskan dahaga perut saya yang makin gembul ini. Continue reading “Festival Jajanan Bango 2008”

Kesadaran diri ….

Sejujurnya saya senang juga kompetisi blog BC yang tahap terakhir ini temanya mengenai ketahanan iklim karena saya bisa menyalurkan hasrat nyampah saya soal lingkungan. Ada sedikit kerinduan sebenarnya sejak keluar dari kantor itu.

Sebenarnya kalau berbicara masalah lingkungan di Indonesia, hal yang agak terlupakan oleh kita adalah pendidikan. Harus diakui pendidikan lingkungan yang di dapatkan dari keluarga dan sekolah masih sangatlah kurang. Mungkin baru-baru ini saja ketika isu pemanasan global booming, pendidikan lingkungan menjadi salah satu alternatif kurikulum tambahan di beberapa kota atau propinsi di Indonesia. Continue reading “Kesadaran diri ….”