Trees for Life

Hari Sabtu kemarin (08.05.2010) saya dan teman-teman Loenpia menghadiri perkawinan salah satu teman kita, Budiyono dan Endang di Jepara. Perjalanannya sih seru tapi bukan perjalanannya yang saya mau cerita disini, kalau kopi daratnya nanti silahkan baca diblog saya yang jalan-jalan yah hihi~.

Dari Semarang ke Jepara khan pasti lewat Demak. Nah sewaktu perjalanan pulang saya melihat sesuatu yang menarik di sepanjang jalan di Kota Demak. Ada umbul-umbul program penghijauan dari Djarum, Trees for Life. Cukup menarik mata karena umbul-umbul ini bertebaran banyak sekali di pinggiran jalan di Kota Demak.

Nah tadi pagi pas bangun tidur setelah tepar dari perjalanan dari Jepara ternyata ada e-mail undangan dari Djarum, lah kok pas banget? Ternyata mereka menemukan link-link postingan saya sebelumnya soal pohon trembesi di beberapa forum dan milis lingkungan. Dan karena saya berlokasi di Semarang dan blog ini juga bertema lingkungan, mereka mengundang saya untuk ikut dalam program penghijauan yang dilakukan oleh Djarum, pas deh ah. Saya juga kangen dengan kegiatan penghijauan, setelah terakhir menanam mangrove dengan Loenpia dan sejak keluar dari kantor LSM saya dulu, tidak pernah melakukan kegiatan menanam lagi. Continue reading “Trees for Life”

Charging di Telepon Umum?

Dengan produk mobile phone yang semakin banyak variasinya, semakin murah dan sangat biasa untuk orang memakainya, bagaimana dengan nasib telpon umum? Tentu saja telpon umum menjadi terabaikan. Saya tidak melihat banyak telpon umum di semarang bahkan saya tidak ingat kapan terakhir melihat telpon umum. Ternyata di Austria ada perusahaan komunikasi yang melihat solusi alternatif bagi telpon umum yang terabaikan ini. Perusahaan ini menjadikan telpon umum … Continue reading Charging di Telepon Umum?

Kehebatan Pohon Trembesi

Dari postingan saya sebelumnya, saya mendapatkan 2 fakta menarik yang belum saya ketahui sebelumnya.

Bisa sekali, dut! Paling tidak mengurangi panasnya, skala lokal…
Coba pemerintah kota Semarang mencoba menghitung luasan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang ada sekarang. Trus coba dipenuhi minimal luasannya sesuai UU sebesar 30%.
Itu aja masih susah lho… Belom ada yang bener2 peduli soal taman kota, ruang hijau. Coba diurus beneran… Gak mustahil nanti Semarang bakal punya Central Park macem di New York. 😀 | via pizka

Walau Ruang Terbuka Hijau Semarang masih bisa memenuhi kuantitas sebesar 52% pada tahun 2006 akan tetapi secara kualitas masyarakat kurang bisa merasakannya. Paling tidak dari sisi saya warga kota yang ingin menikmati ruang hijau di Semarang.  Goa Kreo yang biasanya saya jadikan tempat menikmati hijaunya taman kota (walau jauh) sekarangpun  akan beralih fungsi menjadi sebuah bendungan. Bayangkan saja berapa banyak habitat yang akan hilang karena bendungan ini. Kebutuhan akan ruang hijau di tengah kota sebenarnya diperlukan warga semarang selain untuk menambah kesejukan udara kota juga sebagai lahan rekreasi warga.

Saya melihat banyak sekali warga semarang yang datang ke pusat perbelanjaan bersama keluarga hanya untuk berjalan-jalan dan membawa anak-anak mereka. Jika ada taman kota  yang baik pastilah mereka akan lebih memilih taman kota dibandingkan berjalan di pusat perbelanjaan. Continue reading “Kehebatan Pohon Trembesi”

Mendinginkan Semarang, Bisakah?

Banyak teman-teman yang bilang kalau Kota Semarang sudah bertambah panas saat ini. Benarkah atau hanya perasaan kita saja? Mari kita lihat fakta-fakta pemanasan global di Semarang.

Dampak Pemanasan Global
Fakta dibawah ini merupakan hasil investigasi yang dilakukan oleh FoE Japan & LSM BINTARI, Semarang. Kondisi ini merupakan dampak kenaikan suhu secara global terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari di Semarang dan Yogyakarta:

  • Dari tahun 1986 hingga 2006 kenaikan suhu udara mencapai 0,2 derajat celcius.
  • Angka bencana alam seperti kekeringan ataupun badai meningkat sehingga potensi terjadinya longsor di beberapa daerah menjadi lebih besar (studi kasus di Yogyakarta)
  • Petani mengalami penurunan pendapatan karena penurunan hasil produksi secara drastis. Penurunan hasil produksi ini karena kekurangan ketersediaan air bersih. Selain penurunan produksi, kekurangan air ini ternyata juga bisa memicu konflik antar warga memperebutkan ketersediaan air bersih.
  • Musim hujan mulai lebih awal dan berlangsung lebih singkat (perubahan pola musim)
  • Beberapa sumber penyakit seperti demam berdarah dan malaria dengan mudah akan menyebar karena nyamuk-nyamuk pembawa penyakit tersebut berkembang biak secara cepat dengan naiknya suhu.

Apa yang Dapat Kita Lakukan
Kalau membaca kondisi-kondisi diatas kita jadi percaya bahwa dampak pemanasan global terhadap kehidupan kita sehari-hari memang ada. Walaupun ada pendapat seperti yang dikemukakan Ichanx bahwa pemanasan global ini merupakan sesuatu yang wajar akibat bertambahnya jumlah manusia dan aktivitasnya di bumi.  Tetapi kita sepakat dalam 1 hal bahwa kita memang harus menghemat penggunaan sumber daya yang tidak dapat terbarukan. Continue reading “Mendinginkan Semarang, Bisakah?”

Hal Yang Kecil ..

Bulan lalu ada World Silent Day dan Earth Hour. Hari ini kita memperingati Hari Bumi. Adakah semangat yang masih kamu bawa dari bulan lalu sampai perayaan Hari Bumi ini? Masih ingatkah kamu untuk: Mencopot kabel charger dari colokan setelah selesai menggunakannya. Berusaha menggunakan tas belanja sendiri ketika berbelanja maupun ke toko kelontong. Mematikan lampu yang tidak digunakan. Membawa tumblermu sendiri ketika memesan kopi di Starbucks. … Continue reading Hal Yang Kecil ..

Pengalaman World Silent Day & Earth Hour

Bisakah memberikan bumi sedikit istirahat beberapa jam sesudah kita gunakan selama bertahun-tahun? Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan kampanye  World Silent Day dan Earth Hour. Saya berbagi pengalaman sedikit bagaimana rasanya berpartisipasi dalam kedua event tersebut.

World Silent Day

Kegiatan ini masih kurang dikenal jika dibandingkan dengan Earth Hour. Padahal inisiatornya teman-teman dari Bali. Jadi ceritanya pada hari Minggu, 21 Maret 2010 saya mematikan seluruh alat yang menggunakan listrik di rumah. Dari komputer, televisi sampai kulkas dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang. Teman saya Hars yang kebetulan tinggal di rumah akhirnya menjadi korban dari kegiatan ini. Saya memintanya sampai mematikan HP. Continue reading “Pengalaman World Silent Day & Earth Hour”

Polisi Juga Pendidik Lingkungan

Ya, polisi sebenarnya juga pendidik lingkungan. Tentu saja bukan polisi di jalan raya pada umumnya tetapi pendidikan lingkungan biasanya dilakukan oleh polisi hutan atau dikenal juga dengan sebutan ranger.

Setahu saya citra polisi hutan selama ini dikenal oleh masyarakat luas sebagai penjaga hutan. Memburu siapa saja yang merusak kelestarian alam, padahal dedikasi mereka tidak itu saja. Tugas ranger termasuk melakukan pendidikan lingkungan ke masyarakat di daerah mereka bertugas dan mereka masih lebih senang mencegah daripada mengobati alam yang telah dirusak.

Ranger di Karimunjawa

Pengalaman pertama saya bertemu dengan para ranger ini ketika berkunjung ke Kepulauan Karimunjawa. Saya bertemu dengan ranger dari Balai Taman Nasional Karimunjawa. Saya kesana menemani 2 orang mahasiswi asing yang sedang melakukan ekowisata. Waktu itu kami meminta tolong ranger untuk memandu perjalanan wisata kami dan mereka bersedia. Continue reading “Polisi Juga Pendidik Lingkungan”