Mendinginkan Semarang, Bisakah?

Banyak teman-teman yang bilang kalau Kota Semarang sudah bertambah panas saat ini. Benarkah atau hanya perasaan kita saja? Mari kita lihat fakta-fakta pemanasan global di Semarang.

Dampak Pemanasan Global
Fakta dibawah ini merupakan hasil investigasi yang dilakukan oleh FoE Japan & LSM BINTARI, Semarang. Kondisi ini merupakan dampak kenaikan suhu secara global terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari di Semarang dan Yogyakarta:

  • Dari tahun 1986 hingga 2006 kenaikan suhu udara mencapai 0,2 derajat celcius.
  • Angka bencana alam seperti kekeringan ataupun badai meningkat sehingga potensi terjadinya longsor di beberapa daerah menjadi lebih besar (studi kasus di Yogyakarta)
  • Petani mengalami penurunan pendapatan karena penurunan hasil produksi secara drastis. Penurunan hasil produksi ini karena kekurangan ketersediaan air bersih. Selain penurunan produksi, kekurangan air ini ternyata juga bisa memicu konflik antar warga memperebutkan ketersediaan air bersih.
  • Musim hujan mulai lebih awal dan berlangsung lebih singkat (perubahan pola musim)
  • Beberapa sumber penyakit seperti demam berdarah dan malaria dengan mudah akan menyebar karena nyamuk-nyamuk pembawa penyakit tersebut berkembang biak secara cepat dengan naiknya suhu.

Apa yang Dapat Kita Lakukan
Kalau membaca kondisi-kondisi diatas kita jadi percaya bahwa dampak pemanasan global terhadap kehidupan kita sehari-hari memang ada. Walaupun ada pendapat seperti yang dikemukakan Ichanx bahwa pemanasan global ini merupakan sesuatu yang wajar akibat bertambahnya jumlah manusia dan aktivitasnya di bumi. ย Tetapi kita sepakat dalam 1 hal bahwa kita memang harus menghemat penggunaan sumber daya yang tidak dapat terbarukan. Continue reading “Mendinginkan Semarang, Bisakah?”

Advertisements