Kesadaran lingkungan dan tingkat pendidikan/ekonomi masyarakat?

Dulu seringkali saya bertanya pada diri sendiri apakah tingkat pendidikan atau ekonomi seseorang berhubungan dengan kesadaran lingkungan yang mereka punyai? Karena saya seringkali melihat dimedia yang mengangkat kawasan-kawasan kumuh yang mempunyai kondisi lingkungan yang kotor atau tidak higienis.

Tetapi ternyata setelah beberapa lama naik kendaraan sendiri (baca si bebek) di Semarang, saya melihat bahwa tidak adanya kesadaran lingkungan tidak berhubungan dengan (paling tidak) tingkatan ekonomi yang mereka sandang. Seringkali saya melihat orang-orang yang berkendaraan sendiri membuang sampah di jalan raya bahkan saya pernah misuh-misuh ketika 1 pack steorofom bekas bungkus makanan menghantam motor saya yang dibuang dari sebuah mobil yang cukup mewah.

Kita memang belum mempunyai pendidikan lingkungan secara menyeluruh di setiap level pendidikan formal kita. Saya pikir untuk pendidikan lingkungan masih mengandalkan pendidikan di keluarga. Saya tidak tahu apakah ini betul. Memang ada beberapa kegiatan yang melatih kepekaan siswa terhadap kebersihan seperti piket tiap hari atau seminggu sekali ada kegiatan bersih bersih, tetapi masih tidak cukup karena pemahaman terhadap kebersihan lingkungan tidak diberikan.

Warung nasi kucing merupakan contoh kasus yang agak unik menurut saya karena yang menyantap nasi kucing bisa dari tukang becak sampai orang-orang yang baru selesai berdugem ria. Dan biasanya di setiap warung nasi kucing mereka sudah menyediakan tempat sampah untung setiap bungkus nasi kucing yang terbuang. Tetapi apa mau dikata kalau sebagian besar pembeli masih suka membuang sampahnya sembarangan karena beranggapan akan ada yang membersihkan.

Jadi ternyata tingkat ekonomi/pendidikan seseorang tidak berpengaruh terhadap kesadaran lingkungan mereka. Bagaimana pendapatmu?

40 thoughts on “Kesadaran lingkungan dan tingkat pendidikan/ekonomi masyarakat?

  1. Iyah sebel banget tuh dut.. Padhal kalo lingkungan bersih kan kita juga yg nyaman. Lucunya, ada orang yg buang sampah sembarangan (ke luar) justru dg alasan ingin menjaga (kondisi di dalam) mobilnya tetap bersih. Heran.. (thinking)

  2. ERRGHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!! coba bayangkan ada 10000 mobil buang sampah atau tissue bekas paling kecilnya pada waktu yang bersamaan, BENCI sama orang2 itu!!!!! (angry) (angry) (angry)

  3. Di bales lempar balik kerdus makanan ke mobilnya to mas…

    jangan mau kalah dong… mentang2 naek bebek…

    eh yang nglempar cewe pa cowo?

    *saya buang sampah pada tempatnya lo*

  4. suruh buang sampah pada tempatnya aja susah, apalagi suruh mengurangi sampah!

    pikiran “nanti juga ada yang membersihkan” harus kita dibuang jauh2…

    karena BERSIH ITU SEHAT!

  5. Sepertinya tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan itu sangat amat kurang. Dan sayangnya, hal ini ga membedakan status sosial. Mungkin harus ada UU baru dan program pemerintah yang baru, untuk melindas UU tentang buang sampah sembarangan yg masih sangat lemah.

  6. menurut saya sih tingkat pendidikan, kekayaan dan jaminan tidak memiliki korelasi positif sama yang namanya kesadaran. itu semua soal kebiasaan sejak kecil deh kayaqnya..

  7. saya sih gak heran. teman saya sendiri masih banyak kok yang sering ngelempar tisu atau botol aqua kosong dari mobil. kalau saya marahin atau kasih nasehat, mereka cuma bilang “itung-itung ngasih kerjaan buat tukang sapu jalanan”. saya sampai capek nasehatin mereka satu-satu. padahal mereka sering berkoar-koar soal global warming, tapi tanpa mereka sadari, mereka adalah salah satu penyebabnya.

  8. saya juga sering sekali lihat buang bungkus makanan,tisu,plastik dari mobil..saya rasa itu kebiasaan yang terbentuk sejak kecil karena banyak faktor bisa keluarga,lingkungan,dll.

  9. di jakarta bisa diliat dalam keseharian kok. Mau pakai mercy, bmw atau kijang, kelakuan sama saja. minta ampun deh. main serobot, klaksonnya kenceng banget, seakan-akan jalanan itu milik nenek moyangnya.

  10. emang semua berasal dr watak masyarakat.
    tp tenang aja dut… kota yg aku tinggalin ini. tingkat kesampahannya lebih paraaaggh…dibanding kota2 indonesia dibagian manapun…parraaaaggghhh…

  11. saya pikir hubungannya tidak linier, yang penting adalah bagaimana sosialisasi akan kebersihan yang menitikberatkan pada keuntungan bersih itu perlu terus digalakkan.

    yang kedua tentu law enforcement, sekarang ini peraturan tidak efektif karena hukum tidak ditegakkan, jadi orang ya tidak malu malu untuk hidup jorok

  12. “tahu” dan “sadar” itu beda. pendidikan kita hanya menitikberatkan pada soal “tahu”, bukan “sadar”. orang “tahu” bahwa kebersihan itu penting. tapi dia tidak “sadar” saat membuang sampah sembarangan. kalau membuang sampah saja masih sembarangan, gimana mau sadar untuk memilah sampah, ya?😀

  13. doeloe di awal taon 90-an ada Gerakan Disiplin Nasional. yang nyebrang jalan seenaknya, berhentiin mobil seenaknya, buang sampah seenaknya dll, disuruh push-up sama marinir bersenjata lengkap (ini saya liat sendiri di jakarta).
    tapi cuma sebulan-dua bulan udah gak keliatan lagi gregetnya, balik kayak doeloe lagi….. kacau..

  14. halo
    salam kenal ya
    blognya seru sekali…

    euhhhh…tingkat pendidikan kayaknya nggak ngaruh deh. pejabat aja yang katanya Dr, MM, MBA dan seterusnya aja mentalnya masih mental polisi cepek alias pak ogah. dikit2 minta duit. hihihihi

  15. saya paling benci sama orang yang tidak mau buang sampah di tempatnya. coba kalau semua orang bisa sadar akan pentingnya buang sampah pada tempatnya

  16. YupZ,,,,
    skit hati ank ndut klw qt ampek d gt’n,
    ksian yc ma qm,
    gara” orang buang sampah,
    qm jd kena imbas na,
    he,,,,
    sabar aj,
    tar klw lo ketmu ma orng na qm balas aj ndut,
    biae dia tau rasa,
    ha,,,,,,,,,
    wasss,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Wandy di kal-bar

  17. kalau ingin masyarakat sadar da mau berprilaku yang tidak merugikan lingkungan, hendaknya menggunakan 2 jalur yakni jalur doktrin dan kesadaran. doktrin dalam artian menggunakan punishment dan sebagainya.
    kesadaran artinya kita juga menanamkan niali penting arti kesadaran lingkungan, dampaknya, manfaatnya dsb. tAPI INTINYA ORANG YANG MENGGUNAKAN CARA INI HARUS PUNYA KEKUATAN BAIK SECARA STRUTURAL ATAUPUN KULTURAL.

  18. aq rasa perubahan itu emg hrs dimulai dr diri sendiri,,jgn berharap pada org lain. 1 hal yang aq pegang, jika suatu saat kita pny ank, ajarkn tentang mnjaga kbersihan scr konsisten, krn tgs kita mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas bwt indonesia, tmn2!!!!

    suatu hari di bus, aq liat seorang ank dipangku ibunya sambil makan coklat. setelah coklatnya abis, si anak memberikn bungkus coklat pada si ibu. dan adegan selanjutnya si ibu dg sigap lgsg membuang bungkus coklat lwt jendela bus, di dpn mata sang anak. speachless…itukah pelajarn terbaik yg bs ibu berikn pd keturunannya sendiri??!!!!
    maaf kalo terlalu ekstrim…..

  19. hi..
    nama q widya . .
    aq bngung banget ..
    knp bangsa indonesia itu gak sadar akan lingkungan . .
    slalu membuang sampah smbarangan ???
    apa mereka gak sadar klw itu bsa menyebab kan bahaya dan pencenaran lingkungan kan …

  20. ouya ..
    s’tu lagi . .
    buat bansa indonesia
    BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT_A
    perhatian: kalau gak ada tempat sampah biar aku beliin belii kayak gtu zha gak sanggup beli yg lain sanggup DASARRRRRRRRRR…………..
    oea satu lagi
    BERSIH ITU SEHAT &BERSIH ITU SEBAHAGIAN DARI IMAN OK …………………………………………………………….

  21. Prilaku yang baik perlu dibiasakan “perintah yang paling baik adalah dengan cara memberi contoh” maka dari itu lakukanlah mulai dari sekarang, diri kita, keluarga dan mudah mudahan masyarakat bisa mencontoh Untuk membuang sampah pada tempatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s