Logo Trees for Life

Trees for Life

Hari Sabtu kemarin (08.05.2010) saya dan teman-teman Loenpia menghadiri perkawinan salah satu teman kita, Budiyono dan Endang di Jepara. Perjalanannya sih seru tapi bukan perjalanannya yang saya mau cerita disini, kalau kopi daratnya nanti silahkan baca diblog saya yang jalan-jalan yah hihi~.

Dari Semarang ke Jepara khan pasti lewat Demak. Nah sewaktu perjalanan pulang saya melihat sesuatu yang menarik di sepanjang jalan di Kota Demak. Ada umbul-umbul program penghijauan dari Djarum, Trees for Life. Cukup menarik mata karena umbul-umbul ini bertebaran banyak sekali di pinggiran jalan di Kota Demak.

Nah tadi pagi pas bangun tidur setelah tepar dari perjalanan dari Jepara ternyata ada e-mail undangan dari Djarum, lah kok pas banget? Ternyata mereka menemukan link-link postingan saya sebelumnya soal pohon trembesi di beberapa forum dan milis lingkungan. Dan karena saya berlokasi di Semarang dan blog ini juga bertema lingkungan, mereka mengundang saya untuk ikut dalam program penghijauan yang dilakukan oleh Djarum, pas deh ah. Saya juga kangen dengan kegiatan penghijauan, setelah terakhir menanam mangrove dengan Loenpia dan sejak keluar dari kantor LSM saya dulu, tidak pernah melakukan kegiatan menanam lagi.

Malam ini akhirnya menyempatkan diri  browsing program mereka karena  sampai siang ini tepar kecapekan dari Jepara kemarin.  Paling tidak saya tahu program mereka sebelum ikut penanaman di Demak.  Program CSR (Corporate Social Responsibility) mereka dinamakan Trees for Life.

Sedikit OOT, dari wikipedia saya juga tahu kalau ada debat dan kritik mengenai kegiatan CSR dari sebuah korporasi.

Proponents argue that there is a strong business case for CSR, in that corporations benefit in multiple ways by operating with a perspective broader and longer than their own immediate, short-term profits. Critics argue that CSR distracts from the fundamental economic role of businesses; others argue that it is nothing more than superficial window-dressing; others yet argue that it is an attempt to pre-empt the role of governments as a watchdog over powerful multinational corporations.

Intinya adalah CSR seringkali (masih) digunakan untuk kepentingan jangka pendek perusahaan, mungkin untuk image atas kegiatan perusahan. Tetapi saya melihat Djarum sudah memulai program penanaman ini sejak tahun 1979 dan sudah menanam lebih dari 1 juta pohon. Berarti mereka mempunyai konsistensi dalam program CSR mereka.

Saya pikir ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Djarum kepada masyarakat terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh kegiatan bisnis mereka. Bagaimanapun sebuah korporasi memang tidak bisa meninggalkan fungsi profitable-nya dan CSR menjadi sisi lain yang lebih humanis dari sebuah korporasi.

Kembali ke Trees for Life, saya lihat program ini didukung oleh beberapa entertainer yang sudah cukup dikenal masyarakat seperti Nugiesalah satu artis yang memang sangat concern dengan program lingkungan sampai lagu-lagunyapun bertema lingkungan dan Luna Maya – siapa yang tidak kenal Luna Maya yah? sehingga program ini diharapkan lebih dikenal luas oleh masyarakat. Dan saya membaca kalau program ini tidak hanya sekedar menanam. Selama 3 tahun awal Djarum juga akan bertanggungjawab untuk pemeliharannya. Kalau di program penghijauan kegiatan ini dikenal dengan istilah penyulaman – perawatan dan penggantian pohon yang gagal berkembang. Dari sisi ini udah terlihat kesungguhan mereka untuk melakukan program penghijauan ini.

Dan karena saya sudah mengiyakan untuk ikut program penanaman ini minggu depan, semoga saya bisa ketemu seleb yang ikut program mereka hihi~  Nantikan saja deh updatenya di blog ini. Stay Tune !! :halah:

Referensi:

29 thoughts on “Trees for Life

  1. AHHH!! DIDUUUT!! Kok seru?! Kok diajak..? Kok Aku nggak..? Aku kan nanem Trembesi, eh nulis ttg trembesi jugaa!! Huhuhuhuhu.. Tapi tulisan ini nice dut, at least mereka akan memelihatasnya beberapa tahun setelah penanaman, sehingga gak ada tuh yg namanya nanem trus ditinggal gitu aja..😀 Sampaikan salamku pada bang nugie kalo dia ikut ya.. huhuhu.. :((

  2. Dut gw ga mo titip salam sama nugie krn bbrp waktu lalu kepentok ama doi di Senayan City, jadi ga penasaran lagi😀.
    Eniwei, nanti kalo ketemu ama tukang Djarum, usulkan agar next program dilaksanakan di daerah pinggiran Jkt ya, biar gw bisa ikutan. Krn stelah gw cek lg jadwal gw, gw pengen ikut tgl 12 tp itu hari kerja toh ya, ya ga bisa jg maksa mo diundang ama Djarum kekkeke…

  3. Hate both kretek and cigarettes. CSR by kretek companies? I have learned those as hope is a good breakfast but a bad supper hehe :p Sorry for being skeptical

    1. gpp kok mbak being skeptical ..sy marfhum soalnya sampeyan sdh biasa ‘behind the gun’nya korporasi hihi~ *mlipir* … as I said korporasi memang tdk bisa dipisahkan dgn fungsi profitablenya😛

  4. DIDUTT!!! Eike juga diajak Djarum nih lala lili nanem pohon di Demak!! Kamu kan di Semarang yo…? Berarti ketemuan di sana apa gemana kata orang Djarumnya..? *super excited*

  5. kenapa ya justru perusahaan2 rokok yg memiliki semacam kegiatan bernilai positif,,,
    pdhal rokoknya sendiri justru membawa ancaman tersendiri bg lingkungan masyarakat dan human being..

    huft…

  6. @Goda Gado : ya dipisahkan saja antara keg bisnisnya dgn keg CSRnya🙂 .. kl memang ada yg buruk bisa disuarakan dan juga sebaliknya🙂

  7. Nyasar kesini gara2 lg bersih2 email, eh ada yg comment di blog ku sekian taun yll :p
    haloow mas Didut salam kenal yaaa.. tar blog mu tak link

    aniwei sorry comment nya OOT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s